“Enam tahun bukanlah waktu yang singkat, pembuatan satelit ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat,” ujar Zulfa.
Rekan satu timnya, Hery Steven Mindarno mengatakan, setiba di Jepang satelit akan diinspeksi dan diintegrasikan dengan peluncur. SS-1 harus melalui proses acceptance procedure untuk memastikan satelit tiba dengan selamat dan tidak terkendala selama proses pengiriman.
SS-1 juga akan melalui prosedur instalasi satelit di JSSOD (JEM Small Satellite Orbital Deployer). JSSOD adalah modul peluncur yang akan digunakan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk proses pelepasan satelit ke orbitnya.
“Hingga waktu peluncuran tiba, satelit harus dipastikan tersimpan dalam kondisi bersih, tidak menyala, dan tersimpan di clean room agar tetap dapat berfungsi dengan baik,” ujar Hery.
Sebelumnya Tim SS-1 melakukan satellite fit check test di Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN. Pengujian ini dilakukan guna memastikan ukuran satelit agar sesuai dengan ukuran JSSOD. Pengujian tersebut juga digunakan untuk memastikan tidak ada interferensi mekanik.
Sharp-edge test juga sudah dilakukan untuk memastikan tidak ada sisi luar satelit yang tajam dan berpotensi melukai astronaut. SS-1 juga sudah lolos dalam berbagai pengujian seperti functional test, vacuum test, thermal test, vibration test, battery test, maupun payload and communication test.





Komentar tentang post