Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR PA), Dr. Robertus Heru Triharjanto mengatakan satelit ini menjadi pionir satelit nano di Indonesia.
Menurut Heru dengan selesainya satelit ini menjadi bukti dari konsistensi para mahasiswa dan pihak-pihak pendukungnya termasuk BRIN. Harapannya, ke depan satelit nano dan mikro tidak hanya dari BRIN, tetapi juga muncul dari seluruh Indonesia.
“SS-1 ini menjadi titik awal untuk membangun kepercayaan diri bahwa Indonesia mampu, sehingga akan muncul satelit-satelit lainnya,” ujar Heru.
Heru mengatakan, BRIN hadir sebagai fasilitator untuk mendukung perkembangan riset di Indonesia. Melalui kedeputian Fasilitasi Riset dan Inovasi juga membuka kesempatan seluas-luasnya pada berbagai pihak melalui berbagai skema pendanaan yang disediakan.
“Ke depan tidak hanya mengandalkan BRIN, tetapi juga saling mendukung dengan berbagai komunitas di Indonesia. Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi negara pengguna, tetapi juga sebagai penyedia,” ujar Heru.
Anggota tim SS-1, M. Zulfa Dhiyaulfaq, mengatakan, proyek SS-1 dimulai pada 2016 silam, diawali dengan Workshop Ground Station bersama Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Mockup model satelit pun rampung pada tahun 2018 dengan misi komunikasi amatir.





Komentar tentang post