Suasana Pemantauan Hilal Awal Syawal 1447 H di Pantai Hiu Paus Gorontalo

Pengamatan hilal awal Syawal 1447 H di pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Kamis (19/3). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Gorontalo, menggelar pemantauan hilal di pantai hiu paus Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, pada Kamis (19/3).

Rukyatul hilal awal syawal 1447 H di antai Desa Botubarani berada 2 meter dari permukaan laut.

Suasana di lokasi pengamatan hilal di pantai Desa Botubarani agak mendung dan di bagian barat awan menyelimuti saat matahari terbenam.

”Keadaan cuaca  di sekitar ufuk berawan tebal,” ujar Ketua Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Gorontalo, Safrianto Kaawoan, Kamis.

Menurut Safrianto saat pengamatan umur Bulan 8 jam 35 menit 27 detik. Matahari terbenam di lokasi pemantauan pukul 17.58.50 Wita, sedangkan Bulan terbenam pukul 18.09.7 Wita.

Tinggi hilal  1,9 derajat dan elongasi 5,1 derajat. Lama hilal di atas ufuk 7 menit 36 detik, kata Safrianto, letak dan posisi hilal di sebelah utara-atas matahari.

Pengamatan hilal awal Syawal 1447 H di pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Kamis (19/3). FOTO: DARILAUT.ID

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, mengatakan secara hisab, posisi hilal di Gorontalo saat rukyatul hilal 1 Syawal 1447 Hijriah belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

”Imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat,” ujar Kaswad.

Selain itu, menurut Kaswad, cuaca di sekitar ufuk yang terpantau dari lokasi pemantauan diselimuti oleh awan, sehingga hilal tidak dapat dilihat.

Pengamatan hilal awal Syawal 1447 H di pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Kamis (19/3). FOTO: DARILAUT.ID

Hasil pemantauan hilal di Gorontalo menjadi satu kesatuan dari beberapa titik lokasi pemantauan yang digelar Kementerian Agama dan juga sebagai bahan pertimbangan dalam sidang itsbat di Jakarta.

Rukyatul hilal 1447 H dihadiri Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, wakil pemerintah daerah, unsur Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, BMKG Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo, MUI Provinsi Gorontalo, Ormas Islam dan wartawan.

Perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Kamis (19/3) sore. FOTO: DARILAUT.ID
Exit mobile version