Tabrak Kapal Karam di Muara Angke, KM Bina Rejeki Terbalik

KM Bina Rejeki terbalik setelah menabrak kapal karam di perairan pintu Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. FOTO: BASARNAS JAKARTA

Darilaut – KM Bina Rejeki terbalik setelah menabrak kapal karan di perairan pintu Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11).

Saat kejadian anak buah kapal (ABK) Bina Rejeki melompat ke laut. Kapten kapal dan 12 ABK berhasil menyelamatkan diri.

Namun satu ABK bernama Minal Aidin (50 tahun) tidak muncul ke permukaan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta setelah mendapatkan informasi tersebut langsung mengirimkan tim rescue menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi SAR.

“Kita terima informasi pada Sabtu (7/11) sekitar pukul 04.50 WIB dan langsung kita terjunkan personil untuk lakukan pencarian terhadap korban,” kata Kepala Kantor Basarnas Jakarta yang selaku SAR Mission Coordinator Ops SAR, Hendra Sudirman.

Tim SAR gabungan menemukan satu korban akibat tenggelamnya KM Bina Rejeki dalam kondisi meninggal dunia pada sabtu (7/11) sekitar pukul 10.40 WIB.

Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian dengan penyelaman di dalam deck kapal. Kemudian korban dikeluarkan dari dalam kapal dan dievakuasi menuju RSCM untuk proses selanjutnya.

“Berkat sinergi dan kerjasama antara Basarnas bersama unsur SAR gabungan akhirnya korban kita temukan siang ini, dan saya mewakili pemerintah mengucapkan turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa diri korban,” kata Hendra.

KM Bina Rejeki dengan personal on board (POB) yang berjumlah 14 orang di antaranya Kusyanto (35 tahun), Johan (34), Dicky gustian (21), Lukman hakim (35), Abdul aziz (23), Akbar (25), Dedy hakim (38), Indrayana (25), M.Aji Mulyo Nugroho (19), Tarmo (40), Fahmi Ramadhan (28), M.Arifin (47), Rahmat (43), dan Minal Aidin (50).

Selesai melakukan bongkar muat dari Pelabuhan Muara Angke, kemudian berangkat menuju Pelabuhan Muara untuk naik docking.

Exit mobile version