Kamis, September 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

redaksi
22 Juni 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Suhu panas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kandungan panas laut di kawasan Asia telah meningkat sejak tahun 1990-an dan mencapai rekor baru pada tahun 2025.

Dalam Laporan Kondisi Iklim di Asia 2025 menyebutkan permukaan laut di kawasan Asia juga mencapai tingkat tertinggi sejak pencatatan satelit dimulai pada tahun 1999.

Laju kenaikan permukaan laut dari tahun 1999-2025 di sebagian besar pantai Samudra Hindia utara melebihi rata-rata global sekitar 3,6 mm per tahun, mencapai sekitar 4,9 mm per tahun di sepanjang pantai India dan lebih dari 6 mm per tahun di wilayah Arus Kuroshio.

pH permukaan laut terus mengalami penurunan jangka panjang. Nilai pH terendah yang pernah tercatat diamati di beberapa bagian Laut Arab, Teluk Benggala, dan Samudra Hindia tropis.

Laporan ini juga menyoroti perubahan signifikan di Laut Kaspia, perairan pedalaman terbesar di dunia.

Permukaan air turun lebih jauh pada tahun 2025, dengan tingkat rata-rata di sektor Kazakhstan 0,23 meter lebih rendah daripada tahun 2024, memperpanjang penurunan jangka panjang yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan penguapan.

Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan anomali panas yang signifikan, dengan tahun 2025 termasuk di antara lima tahun terpanas yang tercatat di sekitar Laut Kaspia sejak tahun 1976.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautLaporan Kondisi Iklim AsiaPanas EkstremWMO
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Next Post

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Postingan Terkait

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

24 September 2026
Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

24 September 2026

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

Bertindak Menghadapi Risiko Kesehatan Akibat El Niño: Panas Ekstrem, Banjir dan Kekeringan Parah

Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT Iklim

Berinvestasi dan Adaptasi Iklim Dalam Menghadapi El Niño

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Next Post
Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

TERBARU

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

Bertindak Menghadapi Risiko Kesehatan Akibat El Niño: Panas Ekstrem, Banjir dan Kekeringan Parah

Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Rektor UNG Dukung Kolaborasi Nasional Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Apa Itu Lapisan Ozon

Bibit Siklon 93S di Selatan Indonesia, Waspada Hujan di Bali, NTB, NTT

Mahasiswa Baru UNG Dapat Pembekalan Penguatan Karakter

Dies Natalis Fakultas Kedokteran UNG Ditutup dengan Tausiah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.