Jakarta – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengatakan, fenomena perubahan iklim memiliki dampak negatif untuk Indonesia khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai.
“Bukan hanya mengancam jiwa, tetapi juga sektor perekonomian sehingga perlu diantisipasi,” kata Handoko, Rabu (9/1) di Jakarta.
LIPI melalui Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan bekerjasama dengan UNESCO Office Jakarta, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gajah Mada (UGM) merilis Rencana Aksi Nasional untuk Desain Kebijakan Inklusif Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir Indonesia.
Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai sepanjang 54.716 kilometer, Indonesia menghadapi potensi ancaman yang berasal dari laut sebagai imbas perubahan iklim.
Penyusunan rencana aksi nasional ini melibatkan lembaga terkait seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Sosial, Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan kebijakan untuk daerah pesisir, sehingga membantu masyarakat pesisir beradaptasi dengan perubahan iklim,” ujarnya.
Menurut Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Denny Hidayati, penting untuk meningkatan kapasitas adaptasi dan mitigasi masyarakat pesisir melalui peningkatan public awareness.





Komentar tentang post