Sabtu, Oktober 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tambang Emas Sumalata di Masa Kolonial Belanda

redaksi
23 April 2024
Kategori : Berita
0
Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Salah satu peninggalan peralatan pengoperasian penambangan emas di masa pemerintah kolonial Belanda di di Sumalata. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Pada tanggal 26 September 1730, VOC mengikat perjanjian baru dengan penguasa Gorontalo dan Limboto. Isi perjanjian ini antara lain berkaitan dengan emas dapat dilihat sebagai berikut:

”Pasal 2. Gubernur VOC di Maluku berhak memerintahkan para penguasa Atinggola, Bolango dan Bone bahwa mereka harus menyelesaikan proyek bangunan kompeni menurut kebiasaan lama bersama-sama orang-orang Gorontalo dan Limboto, termasuk menyetorkan emas dan mengangkutnya ke pelabuhan Tomakalang. Jumlah emas yang disetorkan  sesuai jumlah kawula masing-masing penguasa.”

Pada tanggal 16 Juni 1831, raja Gorontalo menandatangani kesepakatan dengan pemerintah kolonial Belanda soal penyediaan tenaga  kerja dan setoran emas.

Sementara itu, orang-orang Tionghoa memborong lokasi penambangan emas di Sumalata bagi kepentingan Goud Exploitatie Soemalata Mijnbouw yang dimulai tahun 1888.

Tapi, penambangan ini menimbulkan pergolakan. Kerusuhan meledak tanggal 10 Maret 1899 dengan sasaran beberapa pekerja Tionghoa dan pos pasukan Belanda.

Perusahaan tambang emas di masa itu, antara lain, Mijnbouw-Maatschappij Soemalata berkedudukan di Amsterdam membuka perwakilan di Gorontalo tahun 1896.

Kepemilikan Mijnbouw-Maatschappij Soemalata  sebanyak 2.680 blok tambang, selanjutnya dikurangi 500 blok yang diserahkan pengelolaannya kepada Noord-Celebes Mijnbouw-Maatschappij.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: gorontalo utaraKecamatan Sumalatalaut sulawesiMasa Kolonial BelandaTambang Emas Tua
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Next Post

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Postingan Terkait

Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

31 Oktober 2026
Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

31 Oktober 2026

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Hujan Lebat Membayangi Kondisi Panas dan Kekeringan

Media Siber Tetap Dituntut Menjaga Akurasi Informasi di Tengah Dominasi Media Sosial dan Penggunaan AI

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Next Post
Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Orang Korban Banjir Pulau Siau Masih Dalam Pencarian, 17 Meninggal

World Environment Day, 50 Kota Bersiap Menghadapi Panas Ekstrem

Perubahan Iklim: Gejala Mengkhawatirkan Mencairnya Bongkahan Es di Kutub

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Menyedihkan, Induk Paus Orca Bawa Anak yang Sudah Mati di Genoa, Italia

Peralihan Musim, Panas dan Hujan Silih Berganti

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.