Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tambang Emas Sumalata di Masa Kolonial Belanda

redaksi
23 April 2024
Kategori : Berita
0
Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Salah satu peninggalan peralatan pengoperasian penambangan emas di masa pemerintah kolonial Belanda di di Sumalata. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Penambangan emas di Desa Buloila, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, hanya salah satu titik penggalian mineral yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Di masa lalu, pada abad 18 pencarian emas sangat bergairah di Gorontalo, termasuk di Sumalata. Banyak rakyat yang meningkat kesejahteraannya.

Perdagangan pun makin bergairah dengan adanya tambang emas di berbagai tempat di Gorontalo.

Beberapa aspek yang mengurai tentang emas di Gorontalo antara lain melalui tulisan Hasanuddin (2004), Gorontalo: Tantangan dan Kebijakan Sosial, Politik & Ekonomi Kolonial Belanda, serta Harto Juwono dan Yosephine Hutagalung (2005), Limo lo Pohalaa, Sejarah Kerajaan Gorontalo.

VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) — persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki hak monopoli atas perdagangan di Asia pada abad ke-17 hingga ke-18 – dan orang Cina (Tionghoa) berlayar ke Gorontalo, termasuk ke Sumalata untuk mencari dan membeli emas.

Kompeni khawatir emas yang dibeli di Gorontalo ini akan dijual pedagang Cina kepada Spanyol di Filipina. 

Bila Spanyol membeli emas tersebut, akan menguatkan nilai mata uang Spanyol dan mata uang Belanda akan merosot.

Di masa itu, mata uang Belanda digunakan dalam perdagangan internasional di Asia Tenggara.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: gorontalo utaraKecamatan Sumalatalaut sulawesiMasa Kolonial BelandaTambang Emas Tua
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Kisah Tambang Emas Tua Buloila di Gorontalo Utara, Eksis Sejak Masa Kolonial

Next Post

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

Pemerintah Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Nelayan

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit 98P Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis di Utara Australia

Bibit siklon tropis 97W Mendekati Palau

Intensitas Siklon Tropis Bakung Setara Topan di Barat-Barat Laut Kepulauan Cocos

Kapal Wisata Terbalik di Teluk Ha Long Vietnam, 35 Orang Tewas

JDC 2021, Menteri dan Bupati Bahas Digitalisasi Desa

Menteri Susi Minta Masyarakat Aktif Mencegah Penyelundupan Perikanan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.