Sabtu, Mei 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Terancam Punah, Populasi Lumba-lumba Irrawaddy di Thailand Mengkhawatirkan

redaksi
3 Mei 2022
Kategori : Berita, Orca
0
Terancam Punah, Populasi Lumba-lumba Irrawaddy di Thailand Mengkhawatirkan

Sekelompok lumba-lumba Irrawaddy di Danau Songkha, Thailand. FOTO: BANGKOKPOST.COM

Darilaut – Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand, Varawut Silpa-archa, menyatakan keprihatinan atas rendahnya populasi lumba-lumba Irrawaddy di Thailand. Varawut mendesak semua pihak untuk meningkatkan upaya untuk membantu melindungi spesies yang terancam punah tersebut.

Hasil survei dari tahun 2020, menteri mengatakan, hanya ada 14 lumba-lumba Irrawaddy di Danau Songkhla dan 89 di Sungai Mekong, sementara sekitar enam lumba-lumba ditemukan mati di pantai antara tahun 2006 dan tahun lalu.

Mengutip Bangkokpost.com (1/5) Varawut mengatakan penyebab kematian mamalia ini tidak dapat dibuktikan secara definitif karena bangkainya membusuk parah pada saat ditemukan.

Jumlah lumba-lumba Irrawaddy yang ditemukan mati di pantai, Varawut menjelaskan, telah menurun pada tahun 2015. Hal ini merupakan indikasi bahwa kampanye yang dilakukan dari tahun 2014 hingga 2015 untuk mendorong para nelayan yang beroperasi di Danau Songkhla agar tidak menggunakan jaring ikan besar untuk menangkap ikan lele raksasa telah membuahkan hasil.

Saat itu, berbagai upaya konservasi dilakukan untuk menghimbau para nelayan agar berhenti menggunakan jaring ikan berukuran besar, yang diyakini dapat melukai atau membunuh lumba-lumba Irrawaddy saat digunakan.

“Salah satu kegiatan utama adalah menawarkan untuk membeli jaring ikan raksasa itu — [yang] panjangnya sekitar 1,5 hingga 3 kilometer — menggunakan dana yang dikumpulkan oleh berbagai organisasi,” kata Varawut seperti dikutip dari Bangkokpost.com.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Irrawaddy dolphinOrcaella brevirostrisPesut MahakamThailand
Bagikan15Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pekan Depan Arus Balik Mudik Gratis Kapal Laut Pakai Sepeda Motor

Next Post

Foto: Semarak Akhir Ramadan di Gorontalo

Postingan Terkait

Jangmi Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah, Berdampak Terhadap Kondisi Cuaca di Sulawesi Utara

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

30 Mei 2026
Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

30 Mei 2026

Lebih Banyak Rekor Suhu Terpanas Global di Masa Depan

UNG Menyembelih 21 Hewan Kurban

Banjir Gorontalo Utara, Tim Gabungan Bersihkan Lumpur dan Buka Akses Jalan

Sudah 17 Kali Kongo Menghadapi Virus Ebola

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

Analisis Iklim Global Menunjukkan Kondisi El Niño di Samudra Pasifik

Next Post
Foto: Semarak Akhir Ramadan di Gorontalo

Foto: Semarak Akhir Ramadan di Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Lebih Banyak Rekor Suhu Terpanas Global di Masa Depan

UNG Menyembelih 21 Hewan Kurban

Banjir Gorontalo Utara, Tim Gabungan Bersihkan Lumpur dan Buka Akses Jalan

Sudah 17 Kali Kongo Menghadapi Virus Ebola

AmsiNews

REKOMENDASI

Hutan Alam Gorontalo Dirusak untuk Produk Biomassa, Organisasi Lingkungan Lintas Negara Protes ke Jepang

KLHK Gagalkan Penyelundupan Kantong Semar

Kapal Sabuk Nusantara Layani Rute Tilamuta – Makassar

Fenomena Langka, 5 Puting Beliung Terbentuk di Atas Permukaan Laut

Topan Hinnamnor Bergerak di Kepulauan Ryukyu dan Taiwan, Sekolah Diliburkan

Runtuhnya Tambang Batu Bara di Cina, 5 Tewas dan 48 hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.