Jakarta – Peluang penangkapan dan usaha perikanan tuna di perairan Indonesia itu nyata. Mengapa?
“Tingkat konsumsi tuna terus bertambah,” kata Kepala Subdit Pengelolaan Sumber Daya Ikan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dan Laut Lepas, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Trian Yunanda, dalam seri talkshow yang selenggarakan USAID-SEA bekerja sama dengan KKP di Pacific Place Mall, di Jakarta, pertengahan Juli lalu.
Bisnis perikanan tuna memang menggiurkan. Ikan tuna ini menjadi primadona hingga mancanegara. Permintaan tuna dunia yang tinggi (cenderung overcapacity) membuat industri tuna bergairah dari tahun ke tahun.
Dalam narasi di laman https://ekon.go.id/berita/view/narasi-tunggal-pesona.4048.html menyebutkan, Indonesia sebagai negara terbesar penghasil tuna terbesar memiliki potensi besar merajai pasar tuna internasional.
Data resmi FAO melalui SOFIA pada tahun 2016 terdapat 7,7 juta metrik ton tuna dan spesies seperti tuna ditangkap di seluruh dunia. Di tahun yang sama Indonesia berhasil memasok lebih dari 16% total produksi dunia.
Rata-rata produksi tuna, cakalang dan tongkol Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta ton/tahun. Sedangkan volume ekspor tuna Indonesia mencapai 198.131 ton dengan nilai 569,99 juta USD pada tahun 2017.





Komentar tentang post