Menurut BPS Provinsi Gorontalo, pada September 2022 persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di perkotaan sebesar 16,77 persen dari total konsumsi yang dilakukan oleh penduduk perkotaan Gorontalo.
Kondisi ini menunjukan adanya penurunan share konsumsi pada kelompok ini dibandingkan Maret 2022. Sementara persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di perdesaan tercatat sebesar 16,91persen dari total konsumsi yang dilakukan oleh penduduk perdesaan Gorontalo. Ini menunjukan adanya peningkatan konsumsi pada kelompok ini dibandingkan Maret 2022.
Kriteria Bank Dunia baik daerah perkotaan maupun daerah perdesaan termasuk kategori ketimpangan sedang. Namun kondisi ketimpangan di perdesaan sedikit lebih baik dibandingkan di perkotaan.
Secara keseluruhan pada September 2022, menurut BPS Provinsi Gorontalo, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah sebesar 15,45 persen dari pengeluaran seluruh penduduk yang ada di Gorontalo.
Angka ini berarti Provinsi Gorontalo ada pada kategori ketimpangan sedang. Jika dibandingkan dengan Maret 2022, terjadi penurunan konsumsi pada kelompok penduduk 40 persen terbawah sebesar 0,48 persen poin dari sebelumnya sebesar 15,93 persen.
Demikian juga jika dibandingkan dengan kondisi satu tahun sebelumnya, konsumsi pada kelompok penduduk 40 persen terbawah menurun sebesar 0,61 persen poin dari sebelumnya sebesar 16,06 persen, artinya bahwa tingkat ketimpangan selama periode September 2021-September 2022 semakin melebar.





Komentar tentang post