Polusi udara memiliki biaya ekonomi yang tinggi, misalnya, karena kehilangan pekerjaan atau hari sekolah karena penyakit kronis seperti asma, meningkatnya biaya perawatan kesehatan, berkurangnya hasil panen, dan berkurangnya daya saing kota-kota yang terhubung secara global.
Pada tahun 2021, sebuah studi Bank Dunia menemukan bahwa biaya ekonomi dari dampak kesehatan dari polusi udara saja mencapai US$8,1 triliun, setara dengan 6,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global pada tahun 2019.
Dampak terbesar dari polusi udara sering terjadi di daerah dekat sumber emisi, tetapi banyak polutan udara dapat menyebar atau terbentuk di atmosfer ratusan hingga ribuan kilometer dari sumber emisi, menyebabkan dampak regional dan kontinental.
Misalnya, debu mineral tanah dan pasir, yang membentuk sekitar 40% dari total aerosol di atmosfer yang lebih rendah, dapat tetap berada di atmosfer selama seminggu sehingga memungkinkannya untuk diangkut melintasi benua dan memiliki dampak global pada kesehatan, pertanian, transportasi, ekonomi, dan iklim.
Akhirnya, polusi udara sangat terkait dengan perubahan iklim, dengan banyak gas rumah kaca dan polutan udara yang dipancarkan oleh sumber yang sama.
Ini berarti bahwa penerapan kebijakan dan tindakan yang koheren yang bertujuan untuk mengurangi emisi polutan iklim juga dapat memberikan dampak yang menguntungkan pada kualitas udara.





Komentar tentang post