Darilaut – Seekor paus orca (killer whale) ditemukan mati terdampar di perairan Bansring, Wongsorejo, Banyuwangi pada Sabtu (3/4). Saat nekropsi, tidak ada sampah plastik di dalam tubuh paus orca tersebut.
“Saat dilakukan nekropsi, paus tersebut tidak didapati sampah plastik atau kail di dalam tubuhnya, namun ada pendarahan di dalam usus luka luar di bagian tubuh kemungkinan terkena benda-benda tajam,” ujar dosen Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Aditya Yudhana.
Seperti dilansir Unair.ac.id, kemunculan paus orca (Orcinus orca) ini baru pertama kali dilaporkan di perairan Banyuwangi.
Menurut Adit, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian mamalia laut ini.
Identifikasi penyebab kematian paus orca di Banyuwangi ini dilakukan tim dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi dan Prodi Kedokteran Hewan Unair di Banyuwangi.
Dari hasil pengukuran, paus orca berjenis kelamin jantan ini memiliki panjang 6,1 meter, dan lingkar badan 2,4 meter.
Adit mengatakan, kita belum bisa konfirmasi apakah itu penyebab utamanya, karena kita harus kaitkan dengan parameter yang lain dulu.
Menurut Adit, untuk mengetahui penyebab kematian paus termasuk pendarahan dalam usus masih menunggu hasil sampel yang akan diuji di laboratorium. Perlu waktu untuk menunggu hasil uji laboratorium. Setelah itu baru bisa diputuskan apa penyebab kematian.
Adit mengatakan dari kondisi paus yang demikian, ada dua kemungkinan yaitu navigasi yang salah dan behaviour mencari makan.
Pada Selasa 6 November 2018, seekor paus pembunuh ditemukan mati terdampar di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Paus orca ini mati terdampar di pantai yang tidak jauh dari lokasi Nouri Resort.
“Saya yang mendorong ke laut, karena tidak ada peralatan untuk menguburkan orca ini di pantai,” kata pengelola Nouri Resort Rivi Hamdani.
Menurut Rivi, tidak diketahui apa penyebab kematian paus pembunuh ini. Saat ditemukan terdampar sudah mulai membusuk.
Pulau Maratua terletak di Laut Sulawesi. Laut Sulawesi dan Selat Makassar, termasuk salah satu perlintasan paus pembunuh.
