Jakarta – Tiga Kawasan Konservasi Perairan baru seluas 226.000 hektar ditetapkan di Provinsi Maluku Utara, Selasa (2/4). Deklarasi ini bersamaan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.
Dalam deklarasi tersebut, Pemerintah AS diwakili Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr dan Pemerintah Indonesia diwakili Wakil Gubernur Maluku Utara, Ir Muhammad Natsir Thoib dan Bupati Morotai Beny Laos.
Penetapan kawasan konservasi perairan seluas 226.000 hektar ini diharapkan dapat bermanfaat untuk melindungi keanekaragaman hayati laut, meningkatkan pengelolaan perikanan berkelanjutan dan mempromosikan wisata bahari di Maluku Utara. Jika digabungkan, cakupan area kawasan konservasi perairan tersebut hampir setara dengan luas seluruh pulau Morotai.
Dalam kurun waktu 70 tahun, sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu bidang kerja sama yang disoroti kedua negara. Berbagai upaya kolaborasi pun terus dilakukan guna meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelajutan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi kerja sama antara Indonesia dan AS yang telah terjalin selama tujuh dekade terakhir. Kerja sama itu telah membantu Indonesia untuk meningkatkan perlindungan keanekaragaman hayati laut di sejumlah wilayah perairan.





Komentar tentang post