Tiga Mahasiswa UNG Lolos Top 50 Social Project Program Innovillage

Tim Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memanfaatkan limbah kulit nanas (Ananas comosus) untuk dijadikan pembasmi jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Tiga mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) lolos Top 50 Social Project Program Innovillage. Program ini hasil kolaborasi PT Telkom Indonesia bersama perguruan tinggi.

Mahasiswa tersebut masing-masing Dewi Safitri Abd. Gani (jurusan S1 Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG) sebagai ketua tim serta anggota Irmayanti (jurusan S1 Farmasi) dan Muhammad Taufiq Hidayah H. Abay (Jurusan Informatika Prodi Sistem Informasi, Fakultas Teknik UNG).

Inovasi yang diangkat tiga mahasiswa ini dengan judul, AQOLA BOMB: Inovasi Bomb Larvasida Dari Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus) Guna Membasmi Jentik Nyamuk Penyebab Demam Berdarah, dengan dosen pendamping Apt. Dizky Ramadani Putri Papeo, S.Farm, M.S.Farm, MCE.

Program Innovillage ini sudah berlangsung sejak 2024 dengan peserta sebanyak 2815 yang berpartisipasi. Dari ribuan peserta tersebut sebanyak 165 lolos seleksi tahap pertama dan memperoleh pendanaan.

Setelah empat bulan, sebanyak 50 tim lolos untuk tahap berikutnya berdasarkan keputusan Ketua Pelaksana  Program Innovillage Nomor : 025/INNOV5/TLKM/2025 tentang Penetapan Top 50 Social Project Program Innovillage tahun 2024.

Pengumuman 50 tim lolos tahap berikutnya disampaikan Ketua Pelaksana Dr. Runik Machfiroh, tanggal 14 April 2025.

Untuk tahapan selanjutnya, Top 50 Social Project Program Innovillage Tahun 2024 akan mengikuti kegiatan Presentasi Final/Online Pitching.

Pada Februari lalu, Inovasi Bomb Larvasida dari limbah kulit nanas sebagai pembasmi jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) telah diperkenalkan melalui sosialisasi dan launching di Desa Langge, Kecamatan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Aqola Bomb hadir sebagai alternatif larvasida alami yang aman bagi lingkungan dan memiliki efektivitas tinggi dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyebaran DBD.

Ekstrak kulit nanas mengandung senyawa aktif yang mampu menghambat pertumbuhan jentik nyamuk secara signifikan.

Adapun program Innovillage telah diinisiasi sejak tahun 2020 saat kondisi pandemi Covid-19. Innovillage hadir sebagai kompetisi Social Project dalam menghasilkan sociopreneur muda teknologi dan digital.

Sinergitas industri dan perguruan tinggi melalui penguatan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa berperan penting dalam mendorong inovasi dan digitalisasi untuk kesejahteraan serta kemajuan masyarakat Indonesia.

Selama lima tahun terakhir, Innovillage telah menjadi wadah yang tak tergantikan bagi para sociopreneur muda untuk mewujudkan inovasi-inovasi yang memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Program ini berkomitmen untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan sosial.

Exit mobile version