Dengan demikian, obyek tersebut belum dapat dipastikan sebagai bagian dari speed boat Arupadhatu 1.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan korban maupun bagian dari kapal yang hilang akan tetap ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan.
Pada pelaksanaan operasi SAR hari ke-8, ”kami mengerahkan 20 alut air dan dukungan drone untuk mengoptimalkan pencarian,” ujarnya.
Informasi mengenai obyek mengapung di sekitar pesisir Gunung Anak Krakatau juga telah kami tindak lanjuti melalui pengecekan menggunakan searider dan pemantauan drone. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, obyek tersebut nihil dan belum ditemukan, kata Al Amrad.



