Kondisi ini berlangsung di tengah minimnya tutupan awan di wilayah Indonesia akibat pengaruh fenomena El Niño sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Berkurangnya tutupan awan dan terbatasnya curah hujan di sejumlah daerah dapat meningkatkan pemanasan permukaan pada siang hari serta mempercepat pengeringan vegetasi, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Dinamika atmosfer sepekan ke depan, kondisi relatif kering masih berpotensi berlangsung, terutama di sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.
Kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan fenomena El Niño dan Dipole Mode Index (DMI) positif yang secara umum cenderung mengurangi aktivitas konvektif di Indonesia.
Meski demikian, menurut BMKG, kondisi tersebut tidak meniadakan peluang terjadinya hujan secara lokal akibat pengaruh dinamika atmosfer regional dan lokal.




