Darilaut – Topan (Typhoon) Ampil menyebabkan gangguan pada transportasi dan ribuan rumah tanpa aliran listrik di wilayah Kanto saat mendekati Jepang. Saat melintas dekat Honshu, pulau utama di Jepang, Topan Ampil menghantam Tokyo dengan angin kencang serta hujan lebat.
Perintah evakuasi dikeluarkan untuk orang-orang yang tinggal di prefektur Chiba dan Fukushima.
Ampil saat ini tetap berada di laut atau di Samudra Pasifik. Namun, topan yang sangat kuat (very strong typhoon) tersebut membawa angin kencang dan hujan lebat yang mempengaruhi wilayah daratan.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan pada Sabtu (17/8) pukul 06.45 waktu setempat, Ampil telah bergerak ke timur-timur laut.
Topan Ampil telah menjauhi pulau Honshu dengan kecepatan 20 km per jam atau 10 knot.
Tekanan udara pada pusatnya 950 hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi. Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di tenggara 165 km (90 NM) dan barat-laut 95 km (50 NM).
Sementara area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di tenggara 440 km (240 NM) dan barat-laut 220 km (120 NM).
Selama enam jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Ampil terletak 304 km timur-timur laut Yokosuka, Jepang.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 11 meter (36 feet), kata JTWC.
Meskipun Ampil sudah menjauhi daratan dan pulau-pulau di Jepang, pejabat Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa bahaya topan Ampil belum berakhir.
NHK melaporkan Topan Ampil menghantam Tokyo dan wilayah Tohoku dengan angin kencang dan hujan lebat. Pihak berwenang meminta orang-orang untuk tetap berada ditempat yang aman, dan menghindari jalan-jalan yang tidak perlu.
Hujan lebat dan guntur diperkirakan akan terjadi di beberapa daerah di wilayah Kanto dan Tohoku hingga Sabtu.
Wisatawan luar negeri di salah satu tempat wisata populer di Tokyo mengatakan topan memaksa mereka untuk memikirkan rencana mereka dengan hati-hati.
Pejabat perusahaan listrik mengatakan pada Jumat (16/8) pukul 23.30 waktu setempat, lebih dari 7.700 rumah tangga di wilayah Kanto tanpa listrik.
Pihak berwenang telah mendirikan tempat penampungan di seluruh daerah yang terkena dampak. Beberapa penduduk Kota Minamiboso di Prefektur Chiba mencari perlindungan di pusat evakuasi.
Para ahli mengatakan bencana bisa terjadi bahkan di daerah yang jauh dari topan.
Pejabat cuaca memperingatkan tanah longsor, banjir di daerah dataran rendah, sungai yang membengkak dan meluap, serta hembusan angin yang kuat.
