Selama 6 jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Champi bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 26 km per jam (14 knot). Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 11,6 meter (38 kaki).
Champi menunjukkan pergerakan yang sangat tidak menentu saat bergerak tidak stabil menuju ujung timur laut Taiwan.
JTWC memperkirakan sistem ini diperkirakan akan mendarat di sepanjang pesisir barat Kyushu dalam kurun waktu 60 jam hingga 3 hari.
Setelah itu, sistem akan kembali bergerak ke perairan terbuka di sebelah selatan Shikoku dan Honshu.
Saat mendekati Kyushu dan berinteraksi dengan palung gelombang pendek (shortwave trough) pada level 500 hPa, sistem ini akan memulai transisi ekstratropis (extratropical transition/ETT), yang diperkirakan selesai dalam 3 hingga 4 hari.
Selama proses ETT, laju pelemahan akan melambat. Sistem ini bahkan diperkirakan akan sedikit menguat kembali setelah ETT selesai, akibat adanya dorongan baroklinik yang kuat di atas Arus Kuroshio yang hangat.




