Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 9,4 meter (31 kaki).
JTWC memperkirakan Choi-wan akan terus bergerak ke arah utara-timur laut selama 24 jam ke depan.
Dalam waktu 24 jam, punggungan subtropis ini diperkirakan akan mengubah orientasinya dan menjadi mekanisme pendorong utama, yang menyebabkan perubahan arah gerakan menjadi ke utara-barat laut.
Terkait intensitasnya, Choi-wan diperkirakan akan terus menguat hingga mencapai puncaknya pada kecepatan 215 km per jam (115 knot) dalam waktu 36 jam karena tetap berada dalam kondisi lingkungan yang mendukung.
Mulai hari ketiga, transisi ekstratropis (ETT) diperkirakan akan dimulai saat Choi-wan memasuki wilayah dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin dan mendekati zona baroklinik, hingga akhirnya menyelesaikan proses ETT dalam waktu 4 hari.
Tren pelemahan yang stabil diperkirakan terjadi saat Choi-wan memasuki wilayah dengan kandungan panas laut yang lebih rendah (kurang dari 75 kJ per cm persegi) dan kehilangan saluran aliran keluar (outflow) ke arah khatulistiwa.
Wind shear (perbedaan kecepatan/arah angin) dan masuknya udara kering (dry air entrainment) yang diakibatkannya akan meningkat antara hari ketiga dan keempat seiring dimulainya ETT, yang memicu pelemahan lebih lanjut.
Namun, kata JTWC, Choi-wan diperkirakan tetap mempertahankan medan angin yang kuat dan luas saat menyelesaikan proses ETT tersebut.




