Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Co-May Menguat di Laut Filipina Barat

redaksi
24 Juli 2025
Kategori : Berita
0
Topan Co-May Menguat di Laut Filipina Barat

Prakiraan lintasan topan Co-May dengan nama lokal Filipina "Emong". GAMBAR: PAGASA

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,8 meter (19 kaki), kata JTWC. Ada pelemahan saat sistem berinteraksi dengan topografi Luzon utara.

Co-May topan ke-8 Jepang bergerak dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) ke barat daya, kata Badan Meteorologi Jepang (JMA). Tekanan udara pusat 994 hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).

Angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di seluruh area 165 km (90 NM).

Topan Francisco

Menurut HKO, pada Rabu pukul 23.00, Francisco berpusat sekitar 410 kilometer tenggara Okinawa.

Sistem diperkirakan akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam ke Kepulauan Ryukyu. Lalu bergerak menuju pesisir Cina tenggara.

Badan Meteorologi Jepang  Francisco  dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang bergerak ke barat-barat laut. Kecepatan sistem ini 20 km per jam (11 knot).

Tekanan udara pusat 994 hPa (hektopaskal), dengan kecepatan angin maksimum 20 meter per detik (40 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 30 meter per detik (60 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur laut 560 km (300 NM) dan barat daya 280 km (150 NM).

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: Badan Meteorologi JepangHong Kong ObservatoryJTWCLaut Filipina BaratPAGASATopan Co-MayTopan Fransisco
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Wipha Meninggalkan Jejak Kerusakan Parah di Vietnam

Next Post

Mahasiswa KKN UNG Ubah Eceng Gondok Menjadi Produk Bernilai Ekonomis

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
Mahasiswa KKN UNG Ubah Eceng Gondok Menjadi Produk Bernilai Ekonomis

Mahasiswa KKN UNG Ubah Eceng Gondok Menjadi Produk Bernilai Ekonomis

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Penggunaan Bom ikan, Polusi dan Sedimentasi Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

Malapetaka Plastik: Risiko Bagi Kesehatan dan Membuat Iklim Tidak Stabil

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

500 Tahun Ramadan di Gorontalo

Indonesia dan Malaysia Bahas Perbatasan Laut dan Darat

Prof. Ramli Ilmuwan Ekologi yang Menginspirasi Banyak Generasi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.