Topan Dujuan Berada di Dekat Tokyo, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Jalan di Ichikawa, Prefektur Chiba, terendam banjir akibat hujan deras yang dibawa oleh Topan Dujuan pada 21 September 2026. FOTO: KYODO NEWS

Darilaut – Topan (typhoon) Dujuan saat ini telah berada di dekat Tokyo, Jepang, pada Senin (21/9) malam. Ratusan penerbangan dibatalkan dan lebih dari satu juta orang menerima imbauan evakuasi di Jepang.

Dujuan –topan Jepang nomor 25 — terletak 130 km di tenggara Tokyo dan akan tetap berada di laut, bergerak ke timur laut di utara Samudra Pasifik, Senin malam.

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Dujuan mengarah ke timur laut dengan kecepatan 40 km per jam (21 knot).

Tekanan udara pada pusat 960 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 40 meter per detik (75 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 55 meter per detik (105 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 185 km (100 NM), menurut JMA, area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur 650 km (350 NM) barat 440 km (240 NM).

Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 9,8 meter (32 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) mengatakan pada Senin siang, pusat Topan Dujuan berada sekitar 280 kilometer di selatan Tokyo. Topan ini diperkirakan bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam melintasi perairan di selatan Pulau Honshu, Jepang.

Hujan Deras

Melansir Kyodo News topan Dujuan membawa hujan deras yang memicu tanah longsor di prefektur Chiba dan Kanagawa dekat Tokyo serta menyebabkan satu orang terluka, menurut pemerintah daerah setempat, Senin.

Di Sodegaura, Chiba, seorang wanita berusia 40-an tahun mengalami luka ringan setelah kendaraannya menabrak material longsoran. Di Yokosuka, Kanagawa, operasi penyelamatan sedang dilakukan untuk seorang penghuni wanita di sebuah rumah yang tertimpa tanah longsor, di mana lumpur mengalir masuk ke dalam rumah.

Delapan rumah di Chiba rusak akibat topan tersebut, termasuk beberapa yang terendam air, menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana.

Hujan deras sedang mengguyur Izu Oshima—pulau terbesar di gugusan Kepulauan Izu yang terletak sekitar 100 kilometer dari Tokyo—serta wilayah Kanto (termasuk Tokyo) dan Prefektur Shizuoka di Jepang tengah. Peringatan tanah longsor tingkat tertinggi telah dikeluarkan untuk Izu Oshima.

Di kota Chiba, sejumlah jalan tergenang banjir dan dua mobil sempat masuk ke area banjir hingga terendam, namun para pengemudi berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban luka, menurut dinas pemadam kebakaran setempat.

JTWC mengatakan selama periode ini, diproyeksikan terjadi sedikit penguatan intensitas hingga mencapai puncak 140 km per jam (75 knot) di tengah kondisi termodinamika dan sinoptik yang cukup mendukung.

Fase penguatan sementara ini didukung oleh kemampuan Dujuan untuk sesaat melindungi diri dari intrusi udara kering yang merugikan, sembari memanfaatkan aliran keluar (outflow) yang sangat kuat ke arah kutub, kata JTWC.

Setelah melewati titik pendekatan terdekat di Yokosuka, pusaran badai diperkirakan akan bergerak melintasi bagian ujung Arus Kuroshio yang memiliki kondisi termal mendukung (suhu 28–29°C) dalam waktu lebih dari 12 jam ke depan.

Namun, menurut JTWC, proses transisi ekstratropis (ETT) akan dimulai seiring memburuknya kondisi termodinamika akibat penurunan suhu permukaan laut yang cepat, ditambah dengan adveksi udara kering yang terus-menerus serta geseran angin (wind shear) destruktif yang mencapai lebih dari 40 knot dalam 36 jam.

Penerbangan Dibatalkan dan Evakuasi

Melanir AFP ratusan penerbangan dibatalkan dan lebih dari satu juta orang menerima imbauan evakuasi di Jepang pada hari Senin saat Topan Dujuan mendekati Tokyo, yang berpotensi membawa curah hujan dengan rekor tertinggi.

Jepang sering mengalami topan kuat pada akhir musim panas dan awal musim gugur, dan badai lainnya telah mengganggu beberapa acara dalam Asian Games yang sedang diselenggarakan di negara tersebut.

Japan Airlines membatalkan 135 penerbangan dan All Nippon Airways membatalkan 140 penerbangan, sementara lebih dari 9.000 rumah tangga di dekat Tokyo mengalami pemadaman listrik.

Lebih dari 1,6 juta penduduk di dalam dan sekitar ibu kota diimbau untuk mengungsi, menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana. Evakuasi ini tidak bersifat wajib.

Dujuan juga memaksa penutupan lebih awal Tokyo Game Show—salah satu pameran dagang video gim terbesar di dunia—pada hari Senin, yang merupakan hari terakhir acara tersebut.

Sebuah festival musik luar ruangan berskala besar dan pertandingan bisbol yang dijadwalkan berlangsung di Chiba juga dibatalkan.

NHK melaporkan JMA telah mengeluarkan Peringatan Darurat Tingkat Lima terkait tanah longsor untuk Kota Oshima di Kepulauan Izu, Prefektur Tokyo.

Peringatan Darurat Tingkat Lima merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi dalam skala badan tersebut.

Kota Oshima telah mencatat curah hujan sebesar 812 milimeter dalam kurun waktu 48 jam hingga pukul 17.00 hari Senin. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat rata-rata curah hujan bulan September di wilayah tersebut.

Hosomi Takuya dari Badan Meteorologi Jepang mengatakan “Sangat besar kemungkinan telah terjadi bencana di zona peringatan tanah longsor maupun wilayah lainnya. Nyawa warga berada dalam bahaya nyata. Segeralah pastikan keselamatan Anda.”

Menurut JMA, jika perjalanan menuju lokasi evakuasi yang telah ditetapkan dirasa lebih berbahaya, warga sebaiknya pindah ke lantai atas bangunan dan menjauh sejauh mungkin dari tebing serta aliran air.

Exit mobile version