Fase penguatan sementara ini didukung oleh kemampuan Dujuan untuk sesaat melindungi diri dari intrusi udara kering yang merugikan, sembari memanfaatkan aliran keluar (outflow) yang sangat kuat ke arah kutub, kata JTWC.
Setelah melewati titik pendekatan terdekat di Yokosuka, pusaran badai diperkirakan akan bergerak melintasi bagian ujung Arus Kuroshio yang memiliki kondisi termal mendukung (suhu 28–29°C) dalam waktu lebih dari 12 jam ke depan.
Namun, menurut JTWC, proses transisi ekstratropis (ETT) akan dimulai seiring memburuknya kondisi termodinamika akibat penurunan suhu permukaan laut yang cepat, ditambah dengan adveksi udara kering yang terus-menerus serta geseran angin (wind shear) destruktif yang mencapai lebih dari 40 knot dalam 36 jam.
Penerbangan Dibatalkan dan Evakuasi
Melanir AFP ratusan penerbangan dibatalkan dan lebih dari satu juta orang menerima imbauan evakuasi di Jepang pada hari Senin saat Topan Dujuan mendekati Tokyo, yang berpotensi membawa curah hujan dengan rekor tertinggi.
Jepang sering mengalami topan kuat pada akhir musim panas dan awal musim gugur, dan badai lainnya telah mengganggu beberapa acara dalam Asian Games yang sedang diselenggarakan di negara tersebut.
Japan Airlines membatalkan 135 penerbangan dan All Nippon Airways membatalkan 140 penerbangan, sementara lebih dari 9.000 rumah tangga di dekat Tokyo mengalami pemadaman listrik.




