Darilaut – Setelah mendarat 2,5 jam di pulau dan pesisir wilayah Korea Selatan, Selasa (6/9) pagi, topan Hinnamnor terus bergerak menuju Laut Jepang (Laut Timur, East Sea).
Berdasarkan jalur lintasan Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Administrasi Meteorologi Korea (KMA) yang dikeluarkan pukul 15.50 dan 16.00, serta informasi Joint Typhoon Warning Center (JTWC) topan Hinnamnor sudah berada di Laut Jepang.
Menurut JMA, kondisi aktual Selasa pukul 15.00, Hinnamnor dengan kekuatan angin topan yang kuat berada pada posisi 39.8 N – 133.6 E.
Arah perjalanan Hinnamnor utara timur-laut, kecepatan 80 km per jam (43 knot). Dengan tekanan udara di pusat 970 hPa.
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada 150 km (80 NM). Sementara area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di timur 650 km (350 NM) dan barat 500 km (270 NM).
Prediksi JMA pada Rabu (7/9) kekuatan Hinnamnor akan menjadi siklon ekstra-tropis, pada posisi 46.9 N – 138.9 E.
Pada Rabu pukul 15.00, siklon ekstra-tropis ini pada posisi 54.4 N – 141.0 E. Arah perjalanan utara dengan kecepatan 70 km per jam (38 knot) dan tekanan udara di pusat 990 hPa.
JTWC menginformasikan selama 6 jam terakhir Hinnamnor yang berada 206 km timur laut Busan telah bergerak ke timur laut dengan kecepatan 57 km per jam (31 knot).
Hinnamnor telah memulai transisi ekstra-tropis. Citra inframerah menunjukkan konveksi asimetris yang menutupi pusat sirkulasi tingkat rendah (LLCC) dengan sebagian besar geseran konveksi dalam ke arah kutub karena geseran angin selatan yang kuat.
Transisi Hinnamnor ke ekstra-tropis diperkirakan akan cepat. Hal ini karena inti yang dingin dan kuat dalam 12 jam memperoleh karakteristik frontal dan mendekati garis lintang tengah dengan geseran angin yang sangat tinggi (40 – 50 knot).
Menurut JTWC tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 8,2 meter (27 feet).
Sementara itu, mengutip NHK (Nippon Hoso Kyokai) pejabat cuaca Jepang mengatakan bahwa pada Selasa siang, Topan Hinnamnor bergerak ke timur laut di atas perairan Prefektur Shimane dengan kecepatan 60 kilometer per jam.
Topan ini memiliki tekanan atmosfer pusat sebesar 965 hektopaskal. Angin dengan kecepatan lebih dari 126 kilometer per jam bertiup di dekat pusatnya. Puncak hembusannya mencapai 180 kilometer per jam.
Hinnamnor juga berdampak pada wilayah barat daya Jepang. Hujan hingga 150 milimeter diperkirakan akan turun di wilayah Shikoku dan Kinki pada Rabu siang dan sekitar 120 milimeter diperkirakan di Tokai.
Pejabat cuaca mendesak orang-orang untuk waspada terhadap angin kencang, gelombang tinggi, tanah longsor, banjir di daerah dataran rendah, sungai yang meluap, kilat dan tornado.
Administrasi Meteorologi Korea mengatakan kepada Yonhap News (en.yna.co.kr) Hinnamnor diperkirakan bergerak untuk mencapai perairan 100 km timur laut Pulau Ulleung pada siang hari dan 560 km utara-timur laut pulau pada pukul 18.00. Kemudian melanjutkan perjalanan ke timur laut menuju Sapporo Jepang pada tengah malam.
Sebelumnya, pada Selasa pukul 09.00 pagi, Hinnamnor telah menuju timur laut dengan kecepatan 62 km per jam di perairan 110 km selatan-barat daya Pulau Ulleung.
Topan itu diperkirakan akan melemah sebagai siklon ekstra-tropis saat berada di dekat Sapporo.
Berdasarkan jalur lintasan JTWC dan JMA, Hinnamnor menjadi siklon ekstra-tropis saat mendekati dan mendarat di pesisir Rusia timur.
Siklon ekstra-tropis Hinnamnor ini diperkirakan mendekat di Vladivostok dan mendarat dekat Khabarovsk, pada Rabu (7/9).
Sumber: Badan Meteorologi Jepang/JMA, Administrasi Meteorologi Korea/KMA, Zoom.earth/JTWC, Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp), Yonhap News (en.yna.co.kr)
