Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) Jangmi mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang, pada Rabu (3/6) pagi. GAMBAR: JMA

Darilaut – Setelah melintas di dekat Kagoshima, topan (typhoon) Jangmi yang telah melemah menjadi Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang, pada Rabu (3/6) pagi. Lokasi pendaratan berada di antara Kota Tanabe dan Kota Shirahama.

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Jangmi bergerak ke arah timur timur laut dengan kecepatan 40 km per jam (21 knot).

Tekanan udara pada pusatnya 980hPa (hektopaskal). Topan Jepang Nomor 6 ini mengemas kecepatan angin maksimum 25 meter per detik (50 nokt), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (70 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di selatan 500 km (270 NM) dan utara 390 km (210 NM), kata JMA.

Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) Jangmi telah bergerak ke timur laut dengan kecepatan 43 km per jam (23 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 9,1 meter (30 kaki), kata JTWC.

Pada Rabu pukul 02.00, Badai Tropis Parah Jangmi berpusat sekitar 420 kilometer timur-timur laut Kagoshima, menurut Observatorium Hong Kong (HKO).

Jangmi diperkirakan akan bergerak ke timur-timur laut dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam menyusuri bagian selatan Honshu, Jepang.

Siklon Tropis Jangmi secara bertahap akan berubah menjadi siklon ekstratropis.

Melansir NHK, Badai Tropis Parah Jangmi sedang bergerak melintasi Jepang dan mengguyur hujan lebat di sebagian besar wilayah barat negara itu.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan bahwa awan hujan lebat telah terbentuk di prefektur Wakayama selatan dan Tokushima. Badan tersebut juga telah mengeluarkan peringatan Tingkat Empat untuk tanah longsor di prefektur Tokushima selatan dan Wakayama.

Mereka mengeluarkan peringatan yang sama untuk banjir di sepanjang sungai Katsuura di Prefektur Tokushima.

Tingkat Empat adalah kategori baru di bawah sistem informasi bencana Jepang yang telah direvisi. Artinya, orang-orang harus mengungsi dari daerah yang dianggap berbahaya.

Kota Anan di Prefektur Tokushima memerintahkan 63 orang yang tinggal di dekat sungai Kuwano untuk mengungsi karena risiko banjir.

Jangmi dapat membawa hingga 300 milimeter curah hujan ke wilayah Tokai dan Kanto-Koshin dalam 24 jam. Pantai Pasifik Jepang juga dapat dilanda hujan lebat saat Jangmi mendekat.

Hujan deras diperkirakan akan terjadi dari wilayah Shikoku hingga Kanto-Koshin hingga hari Rabu.

Perusahaan Listrik Shikoku mengatakan pada Rabu pukul 2 pagi, sekitar 15.000 rumah di Shikoku mengalami pemadaman listrik.

Menggangu Penerbangan

Jangmi diperkirakan akan terus mengganggu penerbangan dan kereta cepat. Maskapai penerbangan membatalkan lebih dari 800 penerbangan domestik dan internasional pada hari Rabu.

Kereta cepat juga bisa terpengaruh. Jalur Tokaido Shinkansen menghadapi kemungkinan gangguan pada hari Rabu.

East Japan Railway mengumumkan beberapa layanan kereta akan dibatalkan pada hari Rabu. Kereta lokal dan kereta bawah tanah lainnya di sekitar Tokyo juga bisa terpengaruh.

Exit mobile version