Darilaut – Topan (Typhoon) Lan diperkirakan akan mendarat di wilayah pesisir dekat Kushimoto, Prefektur Wakayama, Selasa (15/8) pagi. Selanjutnya akan mengarah ke dekat Osaka.
Sistem ini bergerak ke barat laut membawa angin kencang, hujan deras, gelombang badai dan laut yang ganas.
Lan dengan intensitas angin topan yang kuat, menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency, pada Selasa pukul 01.00 waktu setempat, dengan kecepatan 10 km per jam (6 knot). Sistem ini dengan tekanan udara pusat 975 hPa (hektopaskal).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 130 km (70 NM). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih berada di timur 330 km (180 NM) dan barat 280 km (150 NM).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,2 meter (40 feet), kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Selama enam jam terakhir, menurut JTWC Lan terletak 406 km barat daya Yokosuka.
Lan akan melanjutkan jalurnya saat ini ke arah barat laut dan akan mendarat di prefektur Wakayama, lalu ke daratan tepat di sebelah barat Kyoto, dan keluar di Laut Jepang dalam 12 jam. Setelah itu, akan bergerak lebih ke utara.
Pada Senin (14/8) malam, menurut Observatorium Hong Kong, Topan Lan berpusat sekitar 220 kilometer selatan-tenggara Osaka.
Diperkirakan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 12 km per jam menuju sekitar Wilayah Kansai Jepang.
Melansir Kyodonews.net, maskapai Japan Airlines Co. membatalkan 19 penerbangan, termasuk ke dan dari bandara Itami di Jepang barat, pada Senin. Pada Selasa, hari ini, 240 penerbangan akan dibatalkan, yang berdampak pada sekitar 24.800 orang.
All Nippon Airways Co mengatakan 310 penerbangan akan dibatalkan Selasa, dengan sebagian besar dari dan ke bandara Itami.
Untuk kereta berkecepatan tinggi, Central Japan Railway Co. mengatakan semua layanannya di Tokaido Shinkansen Line antara stasiun Nagoya dan Shin-Osaka akan dibatalkan pada hari Selasa.
Demikian juga dengan West Japan Railway Co. untuk layanan kereta antara Stasiun Shin-Osaka dan Okayama.
Sumber: Japan Meteorological Agency/JMA, Zoom.earth/JTWC, Hong Kong Observatory (hko.gov.hk) dan Kyodonews.net
