Darilaut – Siklon tropis (topan) yang semakin intensif mengancam jutaan orang setiap tahunnya. Topan ini membawa curah hujan yang lebih berbahaya.
Musim topan 2025 di Pasifik Utara bagian barat dan Laut Cina Selatan sangat aktif, dengan 27 siklon tropis yang diberi nama.
Secara kolektif, peristiwa-peristiwa ini menyebabkan lebih dari 700 kematian dan kerugian hampir US$10 miliar, yang mendorong evakuasi jutaan orang dari zona bahaya.
“Kita melihat siklon tropis yang semakin intensif, peristiwa curah hujan yang lebih berbahaya, dan banjir pesisir yang mengancam kota-kota besar,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Celeste Saulo dalam pesan pembukaannya pada pertemuan di Jeju, Republik Korea.
Saulo mengatakan siklon tropis tidak mengenal batas dan tidak memiliki paspor nasional. Siklon tropis memiliki efek domino di seluruh perekonomian dan komunitas kita. Itulah mengapa kita membutuhkan kolaborasi regional dan berbagi data.
“Siklon tropis adalah bencana alam paling berbahaya di dunia. Siklon tropis dapat menghancurkan kerja keras generasi demi generasi hanya dalam hitungan menit,” ujar Saulo mengutip siaran pers WMO.
“Kita harus mempercepat upaya kita untuk memastikan peringatan dini yang andal dan dapat ditindaklanjuti untuk semua bahaya—tunggal dan gabungan—terutama di komunitas yang paling rentan.”




