Topan Maria Diperkirakan Mendarat di Utara Pulau Honshu

Trek lintasan topan (Typhoon) Maria, Jumat (9/8). GAMBAR: JMA

Darilaut – Topan (Typhoon) Maria yang bergerak di Samudra Pasifik bagian barat diperkirakan akan mendarat di Kota Misawa, Prefektur Aomori, Jepang.

Trek lintasan Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) dan Zoom.earth menunjukkan sistem ini mengarah ke utara Pulau Honshu.

Saat ini, pada Jumat (9/8) pagi, topan Maria berada di tenggara Tokyo atau timur Kagoshima.

Dalam buletin informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Jepang, Jumat pukul 06.45 waktu setempat, Maria dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang ekstrem.

Maria mengarah ke utara timur-laut dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) dan tekanan udara pusat 980 hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi.

Topan nomor 5 di Jepang ini membawa kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 30 m/s (55 knot), Kecepatan angin instan maksimum 40 m/s (80 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 55 km (30 NM). Sementara area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di timur 460 km (250 NM) dan barat 220 km (120 NM).

Badan Meteorologi memprediksi pada Minggu (11/8) kekuatan sistem ini akan meningkat menjadi angin topan yang kuat.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Topan Maria  membawa gelombang dengan tinggi maksimum adalah 8,5 meter (28 feet).

Selama enam jam terakhir, kata JTWC, Maria terletak 813 km tenggara Yokosuka, Jepang, dan telah melacak ke utara dengan kecepatan 22 km per jam atau 12 knot.

Secara umum, dalam dua hari ke depan, Maria akan bergerak ke utara. Selanjutnya, diperkirakan sistem ini akan mengarah ke barat.

Intensitas Maria diperkirakan akan terus meningkat selama 24 jam ke depan. Puncak intensitas 155 km per jam (85 knot).

Dalam tiga hingga empat hari ke depan, Maria diperkirakan akan mendarat di tenggara Misawa dengan intensitas 85–95 km per jam (45–50 knots). Setelah mendarat, interaksi medan akan membantu melemahkan sistem.

Selanjutnya, sistem ini diperkirakan akan melintasi Laut Jepang.

Exit mobile version