Topan Mawar Berada di Timur Taiwan

Topan (typhoon) Mawar, pada Rabu (31/5). GAMBAR: NOAA

Darilaut – Topan (Typhoon) Mawat yang bergerak perlahan di timur Taiwan, pada Rabu (31/5) membawa hujan lebat di sejumlah wilayah.

Mawar diperkirakan membawa curah hujan terbanyak ke Taiwan utara dan timur pada Rabu dan Kamis (1/6), sebelum bergerak lebih jauh ke utara pada Jumat (2/6).

Mengutip Taiwannews.com.tw pada Rabu pagi Mawar berada 430 km sebelah timur Eluanbi, bergerak ke utara-timur laut dengan kecepatan 8 km per jam.

Sistem memiliki radius 300 km dan mengemas angin berkelanjutan maksimum 126 kpj dan hembusan hingga 162 kpj, kata Biro Cuaca Pusat (CWB).

CWB memperingatkan hujan lebat di daerah pegunungan di Kabupaten Yilan, Kota Taipei, Kota Taipei Baru, Kota Taoyuan, pantai utara Kota Keelung, daerah pegunungan Kabupaten Hsinchu, daerah pegunungan Kota Taichung, dan Kabupaten Hualien.

Ahli meteorologi Taiwan, Daniel Wu, mengatakan Mawar berada di Kanal Bashi dan saat berbelok ke utara akan melemah intensitasnya.

Menurut Wu topan melewati timur Taiwan dari Rabu hingga Kamis. Wu memperkirakan setelah Mawar melewati perairan lepas pantai timur, CWB akan mencabut peringatan lautnya untuk topan tersebut.

Menurut Wu, pemodelan Eropa terbaru (ECMWF) menunjukkan bahwa dari Rabu hingga Jumat (2 Juni), Mawar akan berbalik arah di Alur Bashi sebelum perlahan bergerak ke utara.

Wu menyarankan orang-orang di daerah pegunungan Taiwan utara dan timur laut untuk waspada terhadap tanah longsor dan batu jatuh yang disebabkan oleh hujan lebat dan mereka yang berada di pantai untuk berhati-hati terhadap angin kencang. Sementara itu, dataran Taiwan tengah dan selatan akan mengalami cuaca yang stabil dan suhu yang panas.

Wu mengatakan dampak Mawar di Taiwan akan mulai berkurang pada hari Jumat, tetapi hujan lokal di Taiwan utara dan timur masih memungkinkan.

Pemodelan Eropa menunjukkan pada Sabtu hingga Senin (3-5 Juni), Mawar akan melemah, berbelok ke timur laut, melewati dekat Kepulauan Ryukyu, dan menuju perairan selatan Jepang.

Sementara itu, Taiwannews.com.tw melaporkan mayat seorang siswi yang terseret pmbak ke laut pada Minggu (28 Mei) ditemukan di Kabupaten Yilan pada Selasa (30 Mei)

Siswi sekolah menengah berusia 13 tahun itu ke Pantai Neipi bersama pria berusia 25 tahun bermarga Chang untuk menyaksikan ombak besar yang ditimbulkan oleh Topan Mawar.

Keduanya dilaporkan terseret ke laut oleh gelombang nakal.

Chang bisa berenang kembali ke pantai, tapi siswi tersebut terseret ombak ke laut dan terlihat hingga jarak 70 meter dari pantai. Departemen

Pemadam Kebakaran Kabupaten Yilan menerima telepon bahwa gadis itu hilang dan memulai upaya pencarian dan penyelamatan.

Sumber: Taiwannews.com.tw

Exit mobile version