Kamis, April 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Nari Mendarat di Hokkaido Jepang

redaksi
15 Juli 2025
Kategori : Berita
0
Topan Nari Mendarat di Hokkaido Jepang

Lintasan Badai Tropis (tropical storm) Nari saat mendarat di Hokkaido, Jepang, pada Selasa (15/7). GAMBAR: JMA

Darilaut – Badai tropis (tropical storm) Nari telah mendarat di Hokkaido, pada Selasa (15/7). Hokkaido adalah prefektur paling utara Jepang.

Saat mendarat, menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) Nari dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang.

Nari, topan Jepang nomor 5, mengarah ke utara dengan kecepatan 55 km per jam atau 30 knot. Tekanan udara pada pusatnya 994 hPa (hektopaskal).

Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum 23 meter per detik (45 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum          35 meter per detik (65 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di tenggara 560 km (300 NM) dan barat-laut 220 km (120 NM).

Setelah pendaratan, prediksi JMA, Nari akan menjadi siklon ekstratropis. Sistem ini kemudian akan mengarah timur laut dengan kecepatan 45 km per jam.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Nari terletak 135 km di tenggara Misawa, Jepang, dan telah bergerak ke utara dengan kecepatan 54 km per jam (29 knot) selama enam jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,5 meter (18 kaki), kata JTWC.

Nari diprakirakan akan melemah secara bertahap saat bergerak di atas suhu permukaan laut yang dingin (kurang dari 20°C di utara 40°LU) dan menghadapi geseran angin yang kuat.

Tags: Badan Meteorologi JepangJepangJTWCTopan Nari
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Majelis Rektor Perkuat Kolaborasi Indonesia-Jepang, Prof. Eduart: Ada Perhatian Khusus di Bidang Ilmu Kelautan

Next Post

Dua Kelompok Wirausaha Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Kemdiktisaintek

Postingan Terkait

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

30 April 2026
Telah Ditemukan 21 Spesies Baru Kepiting di Hutan Mangrove Timika

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

30 April 2026

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik

Krisis Selat Hormuz, IMO: Kapal dan Pelaut Jadi Alat Tawar-Menawar

Next Post
Dua Kelompok Wirausaha Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Kemdiktisaintek

Dua Kelompok Wirausaha Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Kemdiktisaintek

TERBARU

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

AmsiNews

REKOMENDASI

Krisis Lingkungan dan Kesehatan Manusia dalam Film The Story of Plastic

Mitsubishi Meluncurkan Kapal Ferry Berbahan Bakar LNG Pertama di Jepang

Timnas U-22 Mencatat Sejarah Meraih Emas SEA Games 2023

Riset Lanskap Media Digital Indonesia

Gempa Parigi Moutong Berpusat di Darat

BMKG: Kombinasi El Nino dan IOD Positif Picu Kekeringan di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.