Darilaut – Topan Odette (Typhoon Odette) membawa hujan lebat dan angin kencang di Palawan dan Visayas, Filipina.
Mengutip Philstar.com, Jumat (17/12) Biro cuaca Filipina, PAGASA, melaporkan Jumat sore Topan Odette akan membawa angin yang merusak dan hujan lebat ke beberapa bagian Palawan.
Odette atau dikenal dengan nama internasional Siklon Tropis Rai adalah badai terkuat yang mendarat di Filipina, terlihat 130 kilometer barat daya Cuyo di Palawan atau 155 km timur laut Puerto Princesa City pada pukul 13.00 waktu setempat.
Topan tersebut mempertahankan kekuatannya dalam perjalanan ke Palawan, dengan kecepatan angin maksimum 155 km per jam di dekat pusat dan hembusan hingga 215 km per jam.
Odette, menuju barat dengan kecepatan 25 kph, diperkirakan akan mendarat di sekitar bagian utara atau tengah Palawan sore tadi.
Biro cuaca negara bagian menaikkan Sinyal Angin Topan Tropis sebagai angin topan destruktif, angin kencang hingga badai yang merusak dan angin kencang.
Di Indonesia, Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jumat (17/12) menginformasikan siklon tropis Rai bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Dengan kecepatan angin maksimum 80 knots atau 150 km/jam.
Siklon tropis ini pada posisi 10.0LU – 121.1BT atau sekitar 840 km sebelah utara timur laut Tarakan.
Pada Sabtu (18/12) pada posisi 11.0LU – 115.4BT atau sekitar 890 km sebelah utara barat laut Tarakan. Kecepatan angin maksimum 80 knots (150 km/jam).
Dampak dari Siklon Tropis Rai di Laut Sulu tanggal 17 Desember 2021 pukul 00.00 UTC hingga 18 Desember 2021 pukul 00.00 UTC berupa potensi hujan dengan intensitas sedang di Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat bagian Utara.
Gelombang laut dengan tinggi 1,25 – 2,5 meter (moderate) berpotensi terjadi di Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, Perairan Bitung – Likupang – Kepulauan Sitaro, Perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Banggai, perairan utara Papua Barat hingga Papua dan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Biak.
Adapun gelombang laut dengan tinggi 2,5 – 4 meter (rough sea) berpotensi terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera.
