Sebaliknya, jika 94W melemah, punggungan subtropis akan tetap utuh, menyebabkan Saudel terus bergerak pada lintasan yang lebih mengarah ke barat menuju Kepulauan Ryukyu bagian selatan atau tengah.
Prakiraan JTWC saat ini pada skenario kedua yang menunjukkan lintasan lebih bersifat zonal (bergerak dari barat ke timur atau sebaliknya) pada hari ke-4 dan ke-5.
Intensifikasi cepat (Rapid Intensification atau RI) sistem ini telah dimulai sekitar 24 jam yang lalu dan akan terus berlanjut.
Selama 36 jam ke depan, Saudel akan melintasi wilayah dengan kandungan panas laut yang sangat tinggi dalam lingkungan dengan geseran angin (wind shear) yang rendah. Akibatnya, sistem ini akan terus menguat dengan cepat hingga mencapai intensitas puncak sebesar 230 km per jam (125 knot).
Setelah itu, fase intensifikasi akan berakhir seiring pergerakan sistem menuju wilayah dengan kandungan panas laut yang semakin rendah.
Tren pelemahan yang stabil akan dimulai pada hari ke-4, dipicu oleh suhu permukaan laut yang lebih rendah, naiknya massa air yang lebih dingin (upwelling) akibat melambatnya kecepatan gerak maju sistem, serta meningkatnya geseran angin.
Menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) Saudel telah bergerak ke barat-laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot).



