Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 14 meter (46 kaki), kata kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Pada saat yang sama, kecepatan gerak siklon sedikit melambat karena terbentuknya wilayah col (titik pertemuan antara dua sistem tekanan tinggi) di sebelah utara sistem tersebut, yang melemahkan gradien pengarah (steering gradient).
Mengenai intensitas, menurut JTWC, siklus penggantian dinding mata badai (eyewall replacement cycle) tampaknya telah selesai, dan kondisi atmosfer secara umum mendukung dimulainya kembali penguatan intensitas.
Selama 2 hari ke depan, sistem ini akan melintasi wilayah perairan dengan kandungan panas laut tertinggi di Pasifik Barat, yang menyediakan energi termodinamika kuat untuk mendukung penguatan intensitas yang berkelanjutan, kata JTWC.
Faktor pembatas utama adalah tingginya kemungkinan terjadinya kembali siklus penggantian dinding mata badai dengan waktu, durasi, dan skalanya masih sangat tidak pasti.
JTWC mengatakan siklon ini diperkirakan akan kembali mencapai intensitas topan super dalam 12 jam ke depan, dengan puncak kekuatan mendekati 260 km per jam (140 knot) dalam 24 jam.
Namun ini bergantung pada siklus penggantian dinding mata. Dalam 3 hari, meningkatnya geseran angin (wind shear) dan naiknya air dingin dari lapisan yang lebih dalam (upwelling), di tengah melambatnya kecepatan gerak sistem, akan menghambat perkembangannya.




