Darilaut – Mendekati Hong Kong, Topan Super (Super Typhoon) Ragasa telah menumbangkan pohon dan satu kejadian tanah longsor, pada Selasa (23/9) sore.
Topan Super Ragasa yang bergerak ke arah barat laut di Laut Cina Selatan sudah membentuk dinding mata (pusat) baru pada Selasa siang.
Seperti pada gambar bawah dinding mata mulai terbentuk. Selanjutnya, gambar atas menunjukkan Ragasa telah membentuk dinding mata (pusat).
Menurut Observatorium Hong Kong pada Selasa pukul 16.00 waktu setempat, Ragasa berkumpul sekitar 340 kilometer di tenggara Hong Kong, dekat 20,5 derajat lintang utara dan 116,8 derajat bujur timur.
Topan ini diperkirakan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam, di dekat Muara Sungai Mutiara menuju pesisir barat Guangdong.
Pada pukul 18.00, Topan Super Ragasa berada sekitar 300 kilometer di tenggara Hong Kong, dekat 20,7 derajat lintang utara dan 116,5 derajat bujur timur.
Berdasarkan prakiraan cuaca terkini Observatorium, topan akan mencapai titik terdekatnya dengan Muara Sungai Mutiara (Pearl River Estuary) pada Rabu (24/9) pagi.
Angin diperkirakan akan semakin kencang di Hong Kong. Wilayah hujan di bagian luarnya secara bertahap mendekati Muara Sungai Mutiara, dan angin kencang sesekali mulai bertiup di dataran tinggi Hong Kong.
Cuaca diperkirakan akan memburuk dengan cepat sepanjang malam, dan angin kencang pada Rabu.
Otoritas Departemen Dalam Negeri Hong Kong dalam siaran pers yang dikeluarkan Selasa pukul 17.43 waktu setempat, menyebutkan sejauh ini telah membuka 47 tempat penampungan sementara di berbagai distrik dan 422 orang telah mengungsi di tempat penampungan tersebut.
Hingga pukul 17.00, Pusat Panggilan Pemerintah 1823 menerima empat laporan pohon tumbang, sementara Departemen Teknik Sipil dan Pembangunan menerima satu laporan tanah longsor. Sejauh ini belum ada laporan banjir.
Selama periode topan, menurut Otoritas Rumah Sakit, hingga pukul 16.50 hari ini, dua pria dan satu wanita telah berobat ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit umum.
