Darilaut – Topan Super (Super Thypoon) Sinlaku akan melintas di Kepulauan Mariana Utara, Samudra Pasifik Barat. Sistem ini membawa angin kencang dan gelombang tinggi, pada Selasa (14/4).
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan ini adalah sistem yang berbahaya. Bahaya yang mungkin terjadi meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, dan laut yang bergelombang. Dengan cuaca seperti itu dapat terjadi tanah longsor dan banjir bandang.
Inlaku telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15 km/jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,8 meter (42 kaki), kata JTWC.
Sinlaku dengan skala ukuran besar saat melintasi Kepulauan Mariana Utara.
Dengan kekuatan topan yang sangat dahsyat (Violent Typhoon) sistem mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 920hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 55 meter per detik (105 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 75 meter per detik (150 knot).
Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 165 km (90 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di seluruh area 560 km (300 NM), kata JMA.




