Sinlaku akan menghadapi suhu permukaan laut yang lebih dingin, masuknya udara kering lebih lanjut, dan peningkatan geser, yang semuanya akan berkontribusi pada pelemahan yang diperkirakan, kata JTWC.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Sinlaku dengan skala ukuran besar. Kekuatan topan yang sangat dahsyat (Violent Typhoon) mengarah ke barat-barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 905 hPa (hektopaskal), menurut JMA.
Sinlaku mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 60 meter per dedtik (115 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 85 meter per detik (165 knot).
Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 165 km (90 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur laut 600 km (325NM) dan barat daya 500 km (270 NM), kata JMA.




