Topan Yinxing Bergerak Menuju Laut Cina Selatan

Trek lintasan topan Yinxing dengan nama Filipina ”Marce” Jumat (8/11) pagi. GAMBAR: PAGASA

Darilaut – Topan (typhoon) Yinxing telah bergerak menuju Laut Cina Selatan, pada Jumat (8/11) pagi, setelah mendarat di pesisir Luzon Utara Filipina.

Menurut Observatorium Hong Kong, Topan super (Super Typhoon) Yinxing telah melemah menjadi topan yang parah. Sistem ini diperkirakan akan bergerak ke barat dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam melintasi bagian utara Laut Cina Selatan.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan selama 6 jam terakhir Yinxing terletak 448 km utara Manila, Filipina.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 11 meter (36 feet), kata JTWC.

Topan Yinxing dengan nama Filipina “Marce” menurut PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina), terus melemah dan berada di atas laut di sebelah barat Ilocos Norte.

Dalam buletin informasi PAGASA yang dikeluarkan Jumat pukul 05.00, Marce akan terus bergerak secara umum ke barat dan keluar dari wilayah Wilayah Tanggung Jawab Filipina (PAR) Jumat sore atau malam ini.

Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, sebanyak 3.469 keluarga atau 10.088 orang, telah dievakuasi sejak topan ini mulai melintasi wilayah utara daratan Luzon.

Direktur regional kantor Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Wilayah II, Lucia Alan, mengatakan keluarga yang terkena dampak berasal dari daerah berisiko tinggi di provinsi Batanes, Cagayan, dan Isabela.

Berbagai lembaga lini pemerintah sekarang memantau para pengungsi untuk memenuhi kebutuhan mereka selama berada di pusat evakuasi.

Sementara itu, sedikitnya 180 keluarga dari berbagai daerah berisiko tinggi di provinsi Ilocos Norte dievakuasi.

Menurut Kantor Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Provinsi, Kamis (7/11), setidaknya 178 keluarga yang terdiri dari 464 orang dievakuasi secara pre-emptive dari daerah berisiko tinggi di kota Pagudpud, San Nicolas, Bangui, Bacarra, dan kota Batac.

Kemudian dua keluarga, atau 19 orang dari Barangay Gayamat dan Mangitayag di kota Piddig, Ilocos Norte terpaksa mengungsi ke Aula Gayamat Barangay dan Sekolah Dasar Tonoton.

Pemerintah Ilocos Norte juga memberi tahu penumpang penerbangan Cebu Pacific 5J404 dan 5J405, serta penerbangan Philippine Airlines PR2198 dan PR2199, yang dijadwalkan pada hari Jumat, telah dibatalkan karena cuaca buruk.

Exit mobile version