Trans Sulawesi di Pesisir Selatan Gorontalo Sudah Bisa Dilewati Kendaraan Bermotor

Jalan Trans Sulawesi yang ambruk di dekat jembatan Desa Monano Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, pada Sabtu (22/6) telah dilewati kendaraan bermotor. FOTO: HELDA MOODUTO/FACEBOOK

Darilaut – Jalan Trans Sulawesi yang berada di Bone Bolango atau pesisir selatan Gorontalo sudah bisa dilewati kendaraan bermotor.

Sebelumnya, jalan di dekat jembatan Desa Monano Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, amblas pada Sabtu (22/6). Jalan yang terputus tersebut akibat akibat sungai meluap.

Perbaikan jalan yang menghubungkan Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, sejak Senin (24/6) pagi.

Helda Mooduto, salah satu warga Bone Bolango, mengatakan, akses jalan sudah bisa dilewati sejak senin (24/6). 

 “Dari hari senin sore kendaraan sudah boleh lewat,” ujar Helda

Menuut Helda, setelah dilakukan penimbunan, beberapa jam kemudian, jalan sudah bisa dilewati oleh kenderaan.

Sebelum akses jalan Trans Sulawesi diperbaiki, kata Helda, terdapat akses penyeberangan darurat. Untuk melewati dapat melewati jalan darurat tersebut, sepeda motor harus diangkat beberapa warga melewati sungai.

Ketika jalan Trans Sulawesi di dekat jembatan amblas, seorang pengendara sepeda motor melintas.

Upaya pencarian pengendara sepeda motor yang hilang saat jalan penghubung ke jembatan amblas terus dilakukan Basarnas Gorontalo dan tim SAR gabungan.

Rangka motor korban ditemukan di muara Sungai Monano, pada Senin (24/6), sekira 300 meter dari tempat korban jatuh atau jalan yang amblas.

Selain jalan ambruk di Desa Monano, Bone Bolango, hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Gorontalo menyebabkan meluapnya beberapa aliran sungai.

Sebelumnya, pada Rabu (19/6) banjir melanda Kecamatan Bone yakni Desa Muara Bone dan Desa Masiaga.

Banjir di Provinsi Gorontalo juga melanda beberapa lokasi di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo,  Kota Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato.

Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Gorontalo, sehingga menyebabkan meluapnya beberapa aliran sungai.

Banjir yang terjadi tersebut memiliki ketinggian muka air yang berbeda mulai dari 30 hingga mencapai 80 sentimeter. Banjir tersebut juga menyebabkan ratusan rumah terendam. (Sulis Dwi Fadjar Baeda)

Exit mobile version