Tsunami Bencana Paling Mematikan

Bila gempa terasa lebih dari 20 detik, segera evakuasi menjauhi pantai atau ke tempat lebih tinggi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengatakan, peristiwa tsunami salah satu bencana alam yang paling mematikan.

Namun, dengan kesiapsiagaan terhadap bencana dan kerja sama, tsunami bisa mencegah dampak terburuknya.

Guterres mengajak pemerintah di seluruh dunia untuk memimpin langkah ini dengan membangun infrastruktur pesisir yang tangguh, perencanaan tata ruang yang berbasis risiko bencana, dan sistem peringatan dini yang menyeluruh.

”Pemerintah juga harus saling bekerja sama antarnegara dalam bidang sains, data, dan sistem prediksi bencana,” ujar Guterres.

Menurut Guterres, setiap individu, keluarga, dan masyarakat di daerah rawan bencana tsunami juga memiliki peran yang sangat penting.

Tema Hari Kesadaran Tsunami Sedunia tahun ini adalah “Siaga Bencana Tsunami: Ketangguhan Dimulai dari Anda”.

Artinya, kita harus mengenali tanda-tanda alam, menyiapkan rencana darurat di rumah, mengikuti latihan evakuasi, dan membantu mereka yang membutuhkan perhatian khusus, seperti masyarakat di kawasan permukiman informal, anak-anak, orang lanjut usia, serta orang dengan disabilitas.

Pada Hari Kesadaran Tsunami Sedunia ini, mari bersama-sama membangun ketangguhan kita. Dengan bekerja sama, kita bisa mewujudkan kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami dan menyelamatkan banyak nyawa saat bencana datang melanda.

Tsunami jarang terjadi. Namun, hanya dalam hitungan menit dapat mencapai pesisir, setelah gempa bumi atau gangguan mendadak lainnya.

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day) diperingati setiap tanggal 5 November.

Menurut United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) atau Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana, tekadang tsunami datang lebih cepat sebelum peringatan resmi dikeluarkan.

Pengetahuan yang dimiliki masyarakat serta tindakan yang mereka ambil pada menit-menit awal tersebut sering kali menjadi penentu siapa yang akan selamat.

Sistem peringatan dini tsunami telah mengalami perubahan besar sejak tahun 2004. Jaringan regional kini mampu mendeteksi ancaman dan mengeluarkan peringatan di setiap cekungan samudra utama.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, inisiatif “Peringatan Dini untuk Semua” (Early Warnings for All) dari Sekretaris Jenderal PBB telah memperluas jangkauan sistem peringatan untuk berbagai jenis bahaya.

Exit mobile version