“Kerja sama ini mungkin saya mengharapkan ada double degree, misalnya. Jadi double degree itu tidak hanya antara universitas di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia, dengan di luar negeri,” kata Prof. Madyan.
“Tetapi kita juga untuk menginisiasi double degree ini perlu juga kita double degree antar sesama universitas yang ada di Indonesia.”
Dalam diskusi bersama jajaran UNG, UNAIR juga menyatakan komitmennya untuk membantu UNG membangun reputasi global melalui pengembangan joint double degree. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik lintas institusi, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan daya saing lulusan.
Selain joint double degree, dukungan UNAIR juga diarahkan pada pengembangan studi fast track, yakni jalur percepatan dari jenjang S1 ke S2. Skema ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dalam waktu yang lebih efisien, sekaligus memperkuat kesinambungan pengembangan akademik di UNG.
Komitmen kolaborasi juga mencakup bidang riset. UNAIR dan UNG berpeluang mengembangkan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, serta penguatan kapasitas dosen dan peneliti.




