“Kerja sama tidak boleh hanya berhenti pada penandatanganan dokumen. Harus ada perencanaan yang jelas, pelaksanaan yang terpantau, serta evaluasi yang berkelanjutan agar kemitraan benar-benar memberikan dampak positif bagi UNG,” ujar Noval.
Lebih lanjut, Noval mengatakan kehumasan yang memiliki peran strategis dalam membangun dan memperkuat citra universitas di mata publik. Melalui workshop ini, para pengelola diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam mengomunikasikan prestasi, inovasi, serta visi dan misi UNG secara efektif, kreatif, dan menarik, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., dalam arahannya menegaskan bahwa kerja sama dan kehumasan merupakan ujung tombak bagi institusi pendidikan tinggi modern. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu membangun jejaring yang kuat serta citra positif di tingkat lokal, nasional, hingga global.
“Kerja sama harus menjadi mesin penggerak kemajuan, bukan sekadar formalitas administratif. Demikian pula kehumasan, ini adalah jendela UNG ke dunia. Para pengelola harus mampu menjadi narator yang baik dalam mempromosikan keunggulan, potensi, dan peluang yang dimiliki UNG.”




