UNG Peringkat Riset 39 Versi SCImago Institutions Rankings

GAMBAR: SCImago Institutions Rankings

Darilaut – SCImago Institutions Rankings (SIR) telah mengumumkan peringkat akademis tahun 2025. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk riset (Research Rank) perguruan tinggi di Indonesia versi SIR berada pada peringkat 39.

Klasifikasi lembaga akademis dan lembaga terkait penelitian yang diperingkat SIR berdasarkan indikator gabungan berdasarkan kinerja penelitian, keluaran inovasi, dan dampak sosial yang diukur berdasarkan visibilitas web.

Untuk dampak sosial/masyarakat (Societal Rank) UNG berada pada peringkat 47, sedangkan Inovasi (Innovation) peringkat 69.

Adapun untuk Overall Rank, menurut SIR, UNG berada pada peringkat keseluruhan 55 untuk kampus di Indonesia.

Untuk mencapai tingkat presisi tertinggi berbagai indikator, standarisasi SCImago melalui proses manual yang ekstensif untuk menghilangkan ambiguitas nama lembaga.

Pengembangan alat penilaian untuk analisis bibliometrik bertujuan mengkarakterisasi lembaga penelitian melalui pemrosesan data yang sangat besar.

Menurut SCImago, institusi dapat dikelompokkan berdasarkan sektor,  seperti Universitas, Kesehatan, dan Pemerintah.

Untuk tujuan pemeringkatan, perhitungan dibuat setiap tahun dari hasil yang diperoleh selama periode lima tahun yang berakhir dua tahun sebelum pemeringkatan.

Misalnya, jika tahun publikasi yang dipilih adalah 2024, hasil yang digunakan adalah periode lima tahun 2018-2022. Satu-satunya pengecualian adalah indikator web yang dihitung sekali pada tahun terakhir.

SCImago juga telah mengumumkan tiga indikator baru yang mencerminkan dampak masyarakat yang dicapai oleh suatu lembaga secara lebih spesifik, di antaranya, penciptaan pengetahuan baru yang terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Partisipasi perempuan dalam proses penelitian, dan penggunaan hasil yang diperoleh dalam pembuatan atau peningkatan kebijakan publik.

Kriteria Inklusi

• Lembaga atau institusi telah menerbitkan setidaknya 100 karya, termasuk dalam basis data SCOPUS selama tahun terakhir dari periode waktu yang dipilih.

• Dokumen yang dapat dikutip (artikel, makalah konferensi, tinjauan dan survei singkat) harus mewakili setidaknya 75% dari total dokumen yang diterbitkan oleh lembaga.

Adapun sumber informasi yang digunakan untuk indikator inovasi adalah basis data PATSTAT. Sumber informasi yang digunakan untuk indikator visibilitas web adalah Google dan Semrush.

Basis data Unpaywall digunakan untuk mengidentifikasi dokumen Akses Terbuka.

Altmetrics dari metrik PlumX dan Mendeley digunakan untuk Faktor Sosial. Basis data Overton digunakan untuk mengidentifikasi yang dikutip dalam dokumen kebijakan.

Tujuan SIR adalah untuk menyediakan alat metrik yang berguna bagi lembaga, pembuat kebijakan, dan manajer penelitian untuk analisis, evaluasi, dan peningkatan aktivitas, keluaran, dan hasil mereka.

Indikator Skor: Research atau Penelitian (50%). Mencakup Dampak yang Dinormalkan (NI) 13%, Keunggulan dengan Kepemimpinan (EwL) 8%, Keluaran (O) 8%, Kepemimpinan Ilmiah (L) 5%, Bukan Jurnal Milik Sendiri (NotOJ) 3%, Jurnal Milik Sendiri (OJ) 3%, Keunggulan (Exc) 2%, Publikasi Berkualitas Tinggi (Q1) 2%, Kolaborasi Internasional (IC) 2%, Akses Terbuka (OA) 2% dan Kumpulan Bakat Ilmiah (STP) 2%.

Indikator Skor: Innovation atau Inovasi (30%). Pengetahuan Inovatif (IK) 10%, Paten (PT) 10% dan Dampak Teknologi (TI) 10%.

Indikator Skor: Societal atau Kemasyarakatan (20%). Altmetrics (AM) 3%, Ukuran Web (WS) 3%, Skor Otoritas (AScore) 3%, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 5%, Kumpulan Bakat Ilmiah Perempuan (FemSTP) 3%, Dampak dalam kebijakan publik – Overton (OV) 3%.

Exit mobile version