Darilaut – Ehime University bersama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalin kerja sama untuk pengembangan kawasan Teluk Tomini.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok dan President Ehime University Nishina Hiroshige telah membahas peningkatan kerja sama antara UNG dan Ehime pada Jumat (14/7) di Ehime University.
Kerja sama antara UNG dan Ehime University akan lebih ditingkatkan ke depan di mana terkait dengan fokus UNG pada program pengembangan Kawasan Teluk Tomini maka Ehime dengan segala kapasitas yang dimiliki bisa berkontribusi untuk mewujudkan tugas dan tujuan UNG tersebut, kata Eduart.
President Ehime menyampaikan kepada Eduart bahwa dirinya akan berkunjung ke Gorontalo untuk menindaklanjuti kerja sama antara UNG dan Ehime.
President Ehime University sudah pernah berkunjung ke IPB, UGM, dan Unhas. Rektor mengatakan IPB dan UGM adalah perguruan tinggi di Indonesia yang juga siap untuk mendukung UNG dalam mengembangkan kawasan Teluk Tomini.
Eduart berterima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin antara UNG dan Ehime, baik di bidang riset maupun pendidikan.
“Kami juga membahas peningkatan kuantitas dan kualitas mahasiswa dan dosen UNG untuk melanjutkan studi di Ehime University,” ujar Eduart.
President Ehime University mengatakan untuk program tersebut akan dibicarakan dengan bagian kerja sama internasional.
Kansai University dan Tottori University Japan
Sebelumnya, UNG telah membahas kerja sama dengan dua universitas di Jepang, Kansai University dan Tottori University Japan.
Di Kansai University, UNG membahas kerja sama riset pengurangan risiko bencana di kawasan Teluk Tomini. Selain itu, UNG membicarakan potensi pemanfaatan panas bumi dengan Tottori University.
Kolaborasi riset ini dapat meneguhkan Teluk Tomini menjadi kawasan yang tangguh bencana.
Rektor UNG bersama rombongan diterima langsung oleh Presiden Kansai University, Yataka Maida.
Eduart mengatakan kerja sama dengan Kansai University menjadi penting bagi pengembangan kawasan Teluk Tomini yang saat ini sedang diemban oleh UNG.
“Selain membahas kolaborasi riset pengurangan bencana tersebut, kami juga membahas pertukaran mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, juga pertukaran dosen,” ujarnya.
Selain riset pengurangan risiko bencana, di Jepang Rektor UNG juga membicarakan pemanfaatan panas bumi atau geothermal di Gorontalo.
Di Gorontalo terdapat potensi panas bumi. Saat ini, setidaknya enam titik manifestasi panas bumi berupa air panas yang berhasil dipetakan.
Melihat potensi tersebut, Rektor Eduart bersama President Tottori University Japan Prof Hirimitsu Nakajima membahas pemanfaatan panas bumi tersebut.
Provinsi Gorontalo juga memiliki beberapa titik mata air panas yang bila dikembangkan akan membuka peluang jenis pariwisata baru.
