Darilaut – Sama seperti Indonesia, Negara Republik Vanuatu juga terletak di kawasan cincin api Pasifik. Hal ini menjadikan Vanuatu sebagai salah satu wilayah yang rawan dan tinggi potensi risiko bencananya.
Dengan semangat kemanusiaan serta menekankan pentingnya hubungan persahabatan antar negara, Indonesia kerap mengirimkan bantuan kemanusiaan ketika negara sahabat ini dilanda bencana.
Pada 17 Desember 2024, gempa dahsyat yang berpusat di 31 kilometer dari ibu kota Port Villa, menewaskan 14 orang dan sedikitnya 8.000 jiwa terdampak.
Gempa ini menghancurkan banyak bangunan, hingga memicu tanah longsor di beberapa titik negara kepulauan itu.
Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Vanuatu. Bantuan obat-obatan dan berbagai peralatan seberat 50,5 ton tersebut dikirim pada Selasa (27/12).
BNPB mencatat, kali ini merupakan pengiriman bantuan kemanusiaan yang keempat untuk negara Vanuatu.
Bantuan kemanusiaan kepada Vanuatu pertama kali dikirimkan pada tahun 2015. Saat itu, negara yang terletak di sebelah timur Australia ini dilanda Angin Topan Pam.
Angin topan berkecepatan 320km/jam itu meluluhlantakkan kota dan mengakibatkan 24 orang meninggal dunia.
Selanjutnya, pada bulan Mei tahun 2023, Pemerintah Indonesia mengirim bantuan kemanusiaan untuk Vanuatu dalam rangka percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana siklon tropis Judy dan Kevin serta gempa bumi M 6,5.
Bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, pencemaran sumber air, dan kerusakan jaringan telepon.
Pascabencana tersebut, selain pemberian dukungan bantuan logistik, Pemerintah turut merenovasi ruang VIP Bandara Internasional Bauefield, Port Vila, Vanuatu.
Proyek renovasi bandara merupakan hibah sebesar Rp 28 miliar dari Pemerintah Republik Indonesia.
https://darilaut.id/tag/vanuatuPekerjaan renovasi ini telah selesai dan diserahterimakan kepada Pemerintah Republik Vanuatu pada 17 Desember tahun lalu.
