Video Serial Ekspedisi Pinisi, 136 Hari Menempuh Rute Indonesia Timur

EPBN

FOTO: ABDI LATIEF

Darilaut – Berlayar mengarungi laut Indonesia, yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, tak bisa ditempuh hanya dalam sekejap. Apalagi dengan menggunakan kapal layar.

Butuh persiapan dan perubahan-perubahan yang bisa terjadi di lapangan karena kondisi tertentu. Seperti cuaca bergelombang, badai, hujan dan kerusakan-kerusakan selama pelayaran.

Dengan keadaan seperti itu, apa yang sudah direncanakan awal bisa berubah karena kondisi di lapangan.

Bagi pelaut ini lumrah terjadi. Kapal layar menggunakan tenaga arus dan angin.

“Tidak selamanya dalam pelayaran, terdapat arus dan angin yang dapat mendorong kapal,” kata Captain Gita Ardjakusuma, saat pelayaran dengan kapal pinisi dari Makassar ke Bulukumba.

Nama Captain Gita tentu tidak asing lagi bagi para pelaut dan mereka yang bergelut dalam bidang kelautan. Pada 1986, Gita menakhodai kapal pinisi untuk berlayar ke Vancouver, Kanada.

Kapal pinisi ini berlayar dari Jakarta, melewati Bitung, Sangihe Talaud dan Filipina. Kemudian, kapal pinisi mengambil posisi ke Honolulu (Hawaii), terus ke Vancouver.

Terdapat 11 anak buah kapal (ABK) dalam ekspedisi untuk keikutsertaan dalam Vancouver Expo 86. Dari 11 ABK tersebut termasuk termasuk dua orang wartawan, satu dari Kanada dan satu wartawan lagi dari Kompas (Indonesia).

Ekspedisi pinisi saat pelayaran dari Makassar ke Bulukumba. Dari kanan Abdi Latief, koordinator ekspedisi Adhe Suraatmaja, Captain Gita Ardjakusuma (tengah), mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo Dimas Awang Ainu Rizal, Verrianto Madjowa (kiri), dan nakhoda (skiper) kapal Pinisi Irdham Awie (belakang).

Dalam pelayaran ekspedisi pinisi kali ini, Gita ikut bersama untuk rute Makassar ke Bulukumba. Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa ini kerjasama Yayasan Makassar Skalia (YMS) dan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).

Pada titik singgah di Tanjung Bira, Bulukumba, Captain Gita bertemu dengan salah satu awak yang ikut bersama dalam pelayaran ke Vancouver. Video pelayaran dari Makassar hingga Tanjung Bira dan pertemuan Captain Gita dan ABK bernama Hatta dapat disaksikan dalam video ini: https://www.youtube.com/watch?v=_qlk-SwNB7I.

Ketika melakukan ekspedisi pada 1986, Hatta berusia 26 tahun. Terharu dan mata berkaca-kaca tergambar saat pertemuan. Suasana ini bukan hanya antara Captain Gita dan Hatta.
Tapi semua yang hadir di dermaga Tanjung Bira, terutama ABK yang akan melakukan ekspedisi untuk mengelilingi pulau-pulau di Indonesia.

Video ini dibuat oleh Abdi Latief, seorang jurnalis dari Mamuju, Sulawesi Barat. Selama pelayaran yang ditempuh selama 136 hari, Abdi ikut di semua titik singgah, di pulau besar dan pulau-pulau kecil.

Bukan 1 video saja, Abdie sudah menyiapkan serial ekspedisi pinisi yang selama pelayaran dan persinggahan direkam melalui video dan foto-foto.

“Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa digelar pada Desember 2018 dan berakhir pada Mei 2019 untuk rute timur. Tim ekspedisi singgah di 51 titik selama 136 hari,” tulis Abdie.

Selama di Bulukumba, tim ekspedisi menyiapkan segala keperluan untuk pelayaran berikutnya, seperti dalam serial video yang dapat dilihat di link ini: https://www.youtube.com/abdilatief.

Ekspedisi ini diikuti sejumlah mahasiswa, yang secara bergantian berlayar dari pulau ke pulau. Sementara bagi pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah mengikuti joy sailing (berlayar gembira) sambil mendapat edukasi tentang kelautan.*

Exit mobile version