Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Ilustrasi kondisi cuaca. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan pada periode 16 – 18 Juni 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang.

Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, hujan ini dapat terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini di Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.

Angin kencang berpotensi terjadi di Banten, Jawa Barat, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Pada periode 19 – 22 Juni 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Angin kencang dapat terjadi di Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mencermati perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan, mengingat kondisi atmosfer di Indonesia yang dinamis.

Exit mobile version