Darilaut – Laporan terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyoroti Siklon Senyar di Asia Tenggara dan curah hujan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit di Asia.
Laporan ini menyebutkan urgensi dan efektivitas layanan peringatan dini yang menyelamatkan jiwa untuk membatasi gangguan dan kerusakan akibat cuaca ekstrem yang semakin meningkat.
Menurut WMO sebagian besar Asia selatan menerima curah hujan di atas rata-rata pada tahun 2025, dengan monsun membawa curah hujan yang sangat lebat.
Di Pakistan, banjir monsun dikaitkan dengan lebih dari 1.000 kematian dan menyebabkan lebih dari 3 juta orang membutuhkan bantuan.
Di Vietnam, banjir berkepanjangan yang terkait dengan beberapa sistem cuaca mengakibatkan setidaknya 200 kematian dan kerugian ekonomi sebesar US$ 1,9 miliar.
Di Asia Tenggara, Siklon Senyar membawa curah hujan luar biasa dan banjir parah ke sebagian Thailand, Malaysia, dan Indonesia, menunjukkan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas siklon tropis yang tidak biasa dan berkembang pesat.
Sebaliknya, curah hujan di bawah rata-rata dan kondisi kering yang berkepanjangan memengaruhi Asia Barat dan Tengah. Di Republik Islam Iran, kondisi kekeringan jangka panjang berkontribusi pada kekurangan air.
Bahaya iklim lainnya juga berdampak besar, termasuk badai debu parah yang melanda sebagian besar Asia Barat pada pertengahan April, yang menyoroti dampak badai debu dan pasir yang semakin besar terhadap transportasi, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
Pentingnya Peringatan Dini
Laporan ini menyoroti pentingnya peramalan berbasis dampak dan tindakan awal yang semakin meningkat.
Siklon Tropis Ditwah membawa curah hujan ekstrem ke Sri Lanka, dengan sekitar 10% dari total curah hujan tahunan biasanya turun dalam waktu 24 jam.
Peristiwa tersebut mengakibatkan lebih dari 640 kematian, lebih dari 200.000 orang mengungsi, dan kerugian ekonomi diperkirakan sekitar 4% dari PDB. Studi kasus ini menunjukkan skala risiko dan kebutuhan untuk memperkuat peramalan dan kesiapan berbasis dampak.
Di Tiongkok, curah hujan lebat di Liangshan, Provinsi Sichuan, menunjukkan nilai peringatan tepat waktu dan tindakan terkoordinasi. Evakuasi dini membantu mengurangi dampak bencana dan menyelamatkan nyawa.
Laporan Kondisi Iklim di Asia 2025 ini diproduksi oleh WMO bekerja sama dengan Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional, pusat data internasional, lembaga penelitian iklim terkemuka, dan mitra Perserikatan Bangsa-Bangsa.
