Darilaut – Danau di seluruh dunia sedang memburuk. Padahal, danau nadi kehidupan di planet kita.
Namun, danau semakin terancam oleh kombinasi pemanfaatan yang berlebihan, polusi, dan perubahan iklim.
Untuk pertama kali, mulai tahun ini, Hari Danau Dunia (World Lake Day) diperingati tanggal 27 Agustus.
Resolusi ini diadopsi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 12 Desember 2024. Dalam resolusi tersebut menegaskan kembali bahwa danau merupakan salah satu ekosistem perairan yang harus dilindungi dan dipulihkan, sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Majelis Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa mengacu pada “Pengelolaan danau berkelanjutan”, yang diadopsi pada 2 Maret 2022, menegaskan kembali pentingnya pendekatan terpadu, lintas sektoral, kolaboratif, dan terkoordinasi, di semua tingkatan, dalam pengelolaan dan perlindungan danau.
Untuk itu, Majelis mengakui kontribusi penting pengelolaan danau berkelanjutan dalam menangani tantangan lingkungan.
Melansir UN News, danau merupakan salah satu sumber daya alam paling vital di planet kita. Danau menyediakan air tawar yang penting untuk minum, pertanian, dan industri.
Danau juga berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, menyediakan habitat bagi berbagai spesies ikan, tumbuhan, dan satwa liar.
Selain signifikansi ekologisnya, danau berkontribusi pada pengaturan iklim dengan menjaga planet tetap dingin, menyerap air banjir, dan menyimpan karbon.
Selain itu, danau menyediakan peluang rekreasi dan ekonomi, menarik pariwisata, memancing, dan kegiatan lain yang mendukung masyarakat lokal.
Danau alami dan buatan mengandung lebih dari 90% air tawar di permukaan Bumi.
Di Hari Danau Sedunia 27 Agustus, PBB mengajak kita untuk meningkatkan kesadaran tentang tantangan yang dihadapi danau, “…bertindak hari ini untuk melestarikan kehidupan di masa depan.”
Namun, danau dipengaruhi oleh kombinasi penggunaan berlebihan, polusi, dan perubahan iklim. Polusi danau seringkali disebabkan oleh aliran masuk pupuk, kontaminan, dan limbah padat yang dibuang langsung, atau dialirkan ke danau melalui sungai.
Hal ini diperparah oleh pemanasan global – yang menyebabkan, misalnya, banjir yang lebih sering dan intens.
Ketinggian air danau juga berubah drastis. Meningkatnya suhu dan perubahan tutupan awan, yang menyebabkan berkurangnya lapisan es, meningkatkan laju penguapan air.
Pada Hari Danau Sedunia yang pertama ini, mari kita sadari masalah yang dihadapi danau.
Mari kita lindungi danau hari ini untuk kehidupan yang berkelanjutan di masa depan.
Tahukah Anda?
• Ada lebih dari 117 juta danau di Bumi. Danau menutupi hampir 4% permukaan daratan planet ini.
• Meskipun sebagian besar air tawar tersimpan di gletser dan di bawah tanah, danau menampung sekitar 90% pasokan permukaan dunia, menjadikannya sumber air penting yang mudah diakses.
• Jika kita terus menekannya, danau akan mengalami penurunan yang serius. Pada tahun 2050, nilai ekosistemnya dapat turun hingga 20%, polusi dapat meningkat lebih dari dua kali lipat, dan emisi metana dapat melonjak—yang memicu kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi.
• Spesies air tawar telah menurun hingga 85% selama 50 tahun terakhir.
