Darilaut – Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Dr. Salahudin Pakaya, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan ilmiah untuk turut serta menjaga keberlanjutan danau, khususnya Danau Limboto.
Danau ini ”menjadi ikon ekologi sekaligus sumber penghidupan masyarakat Gorontalo,” kata Salahudin, dalam pernyataan yang berkaitan dengan peringatan Hari Danau Sedunia (World Lake Day) 27 Agustus 2025.
“Hari ini, 27 Agustus 2025, kita memperingati Hari Danau Sedunia, sebuah momentum penting untuk merefleksikan kembali peran danau sebagai sumber kehidupan, penopang ekosistem, serta penjamin keberlangsungan air bersih bagi umat manusia.”
Sebagaimana ditegaskan dalam edaran Menteri Lingkungan Hidup, peringatan ini menjadi pengingat bahwa keberadaan danau menghadapi ancaman serius akibat pencemaran, alih fungsi lahan, eksploitasi berlebih, hingga dampak perubahan iklim.
Wakil Rektor II UMGO mengatakan komitmen ini sejalan dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG Nomor 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak.
SDGs 6 menekankan pentingnya memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan untuk semua.
”Upaya menjaga danau berarti menjaga kualitas air, melestarikan ekosistem perairan, dan memastikan akses yang adil bagi generasi kini maupun mendatang,” ujar Salahudin.
Universitas Muhammadiyah Gorontalo melalui pusat kajian, riset, dan program pengabdian masyarakat berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, kata Salahudin.
Menurut Salahudin, langkah ini ditempuh melalui penelitian berbasis ekologi dan sosial, edukasi lingkungan, serta pengembangan inovasi untuk restorasi danau yang berkelanjutan.
”Mari kita jadikan Hari Danau Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi juga momentum aksi nyata untuk merawat dan melestarikan danau sebagai titipan Allah SWT yang harus dijaga bersama demi kemaslahatan umat dan kelestarian bumi,” kata Wakil Rektor II UMGO.
