Darilaut – Data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Gorontalo masuk dalam 10 besar inflasi terendah di tingkat nasional. Gorontalo menduduki urutan ke 8 inflasi terendah 2022 year on year (YoY) dengan angka 5,16 persen.
Adapun laju inflasi sepanjang tahun 2022 yang telah diumumkan BPS pada Senin (2/1) mencapai 5,51 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat naik dari 107,66 pada Desember 2021 menjadi 113,59 pada Desember 2022.
Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), berkomitmen untuk terus menekan angka inflasi di Provinsi Gorontalo.
“Kami dari unsur perbankan Provinsi Gorontalo menyampaikan terimakasih kepada pak gubernur dan jajarannya dan juga Forkopimda, karena Provinsi Gorontalo berhasil dari pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga juga stabilitas sosial politik,” kata Kepala perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Roni W. Purubaskoro, Selasa (3/1).
“Inflasi kita juga di tahun 2022 termasuk provinsi di bawah nasional, tentunya ini sangat luar biasa.”
Saat ini, kata Roni, perbankan dengan Bank Indonesia juga OJK terus mendorong akselerasi perekonomian dari sisi pembiayaan dan juga dari sisi mempercepat transaksi ekonomi.
Keberhasilan menekan inflasi ini sebagai kerja keras bersama di tengah masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Gorontalo mampu menekan inflasi di angka 5,16 persen berada di bawah nasional yaitu 5,51persen.
Penjagub Hamka mengatakan 2023 merupakan tahun memasuki kehidupan normal. PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) telah dicabut oleh Presiden RI di penghujung tahun 2022.
Dengan status kehidupan yang kembali normal, aktivitas perekonomian diharapkan kembali menuju tingkat pertumbuhan sebelum Covid-19.
“Apa yang disampaikan pak Roni tadi saya setuju bahwa komitmen bersama untuk menjaga inflasi,” kata Hamka, seperti dikutip dari Gorontaloprov.go.id.
“Alhamdulillah dengan koordinasi kita semua khususnya dengan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo masuk 10 terbaik tingkat inflasi terendah.”
“InsyaAllah tahun 2023 ini kalau covid-19 sudah tidak ada, ekonomi akan bergerak dan ekonomi lokal akan tumbuh.”
Hamka mengharapkan perbankan di Gorontalo dapat terus berkontribusi terhadap perekonomian, khususnya dengan mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas. Sehingga perekonomian di Gorontalo dapat semakin terakselerasi seperti sektor pertanian dan sektor perdagangan besar eceran, sekaligus untuk pertumbuhan yang lebih inklusif dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
Apalagi, kata Hamka, APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) Provinsi Gorontalo sangat kecil sekitar 1,8 triliun, itu pun 75 persen dana transfer pusat dan 25 persen adalah PAD (pendapatan asli daerah).
“Mari bersama-sama menatap tahun 2023 ini dengan lebih optimis, terus bersinergi dan berkolaborasi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik di 2023 ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe, mengatakan, ada beberapa strategi yang dilakukan pemerintah provinsi Gorontalo untuk menekan laju inflasi di daerah.
Di antaranya, kata Sultan, kehadiran penjabat gubernur dalam setiap High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pelaksanaan operasi pasar murah mendorong empati dan komitmen Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hal ini kemudian ditindak lanjuti dengan Pemprov Gorontalo melakukan launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Gorontalo secara cepat pada 13 Agustus 2022 setelah launching GNPIP di Malang 10 Agustus 2022.
Pemprov Gorontalo juga menanggapi serius hasil kesepakatan HLM TPID, dengan menerbitkan SE Gubernur No.500/BP/Ekbang/793/VII/2022, untuk pelaksanaan urban farming kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota dalam hal pengendalian inflasi. Selanjutnya, mensinergikan program vaksinasi dengan memberikan bantuan berupa beras.
